NewsTicker

Jerman Tolak Permintaan AS Kirim Pasukan Darat ke Suriah

Arrahmahnews.com, Berlin – Jerman menolak seruan AS untuk mengirim pasukan darat ke Suriah, sebagai bagian koalisi pimpinan negeri Donald Trump itu, yang mereka klaim untuk memerangi ISIS/Daesh, namun dibentuk secara ilegal diluar izin Dewan Keamanan PBB maupun permintaan dari pemerintah Suriah.

Outlet media Jerman pada hari Minggu yang dikutip SANA pada Selasa (09/07) mengungkap bahwa Perwakilan Khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey, telah meminta pemerintah Jerman untuk menyediakan pasukan darat dalam berpartisipasi di koalisi pimpinan AS tersebut.

Baca: Koalisi AS Akui Bunuh Lebih dari 1.300 Warga Sipil di Irak dan Suriah

Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert, mengatakan bahwa Jerman tidak berniat untuk mengirim pasukan darat ke Suriah sebagai bagian koalisi AS, menambahkan bahwa negaranya akan mempertahankan kontribusinya saat ini.

“Ketika saya mengatakan pemerintah tetap berpegang pada langkah-langkah saat ini dalam koalisi yang dipimpin AS, ini termasuk tidak ada pasukan darat, seperti yang diketahui,” tambah Seibert.

Ia mencatat bahwa Berlin telah menyediakan jet pengintai, pesawat pengisian bahan bakar dan bantuan militer non-tempur lainnya untuk koalisi itu.

Baca: Serangan Total SDF dan Koalisi AS atas Baghouz dalam 24 Jam Terakhir

Sejak Agustus 2014, AS telah memimpin “koalisi” tidak sah di luar izin Dewan Keamanan Internasional dengan dalih klise melawan organisasi teroris Daesh/ISIS.

“Koalisi” telah melakukan puluhan pembantaian terhadap warga sipil tak berdosa di Suriah dan Irak dan telah berupaya menghancurkan infrastruktur serta fasilitas vital seperti jembatan, pembangkit listrik, dan lainnya.

Pada tahun 2015, Pemerintah Jerman menyepakati partisipasi militer Jerman dalam koalisi illegal tersebut, yang dibentuk di luar kerangka kerja PBB dan tanpa permintaan atau penerimaan dari Pemerintah Suriah dan merupakan suatu pelanggaran tegas terhadap kedaulatan Suriah. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: