News Ticker

AS Khawatirkan Peningkatan Serangan Balasan Houthi Yaman

Arrahmahnews.com, Washington – Amerika Serikat pada Hari Rabu (10/07) menyuarakan kekhawatiran mereka kepada utusan khusus PBB untuk Yaman, mengenai serangan berkelanjutan Houthi ke Arab Saudi.

Sekretaris Negara Mike Pompeo mengucapkan terima kasih kepada Martin Griffiths atas upayanya untuk mengakhiri konflik Yaman tetapi “menyatakan keprihatinan atas peningkatan serangan Houthi yang didukung Iran baru-baru ini ke wilayah Saudi yang memperburuk konflik dan memperdalam ketidakpercayaan,” kata Departemen Luar Negeri, dengan kembali membawa narasi dukungan Iran yang selama ini dibantah baik Houthi maupun Iran sendiri.

“Sekretaris dan Utusan Khusus sepakat bahwa pihak-pihak harus terus bekerja menuju penyelesaian politik dan mengakhiri konflik di Yaman,” kata juru bicara Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan.

Baca: Serangan Rudal Yaman Tewaskan Puluhan Tentara Bayaran Saudi di Najran

Dalam minggu-minggu terakhir ini, pasukan Yaman dan Houthi Ansharullah terus menargetkan beberapa target militer di dalam Arab Saudi, sebagai langkah pembalasan atas serangan brutal yang terus diluncurkan agresi ke berbagai wilayah sipil Yaman sejak Maret 2015.

Arab Saudi dan Koalisinya dibantu dengan persenjataan canggih Amerika serta Inggris, terus melancarkan agresi ke Yaman pada bulan Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan ke tangan sekutunya mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang telah melarikan diri ke Arab Saudi, dan untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansharullah.

Baca: Drone Yaman Kembali Bombardir Bandara Jizan dan Abha

Memasuki tahun ke-5 perang, Saudi masih gagal mencapai tujuannya di Yaman. Agresi mematikan koalisi dan sekutunya ini justru menyebabkan lebih dari 600.000 rakyat Yaman tewas dan terluka, serta jutaan lainnya hidup dalam kondisi membutuhkan bantuan.

Agresi menjadikan negara termiskin di Semenanjung Arab itu menjadi tempat dimana krisis kemanusiaan terburuk di dunia terjadi. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: