News Ticker

Wahyu Sutono: Kisah Dibalik Batalnya Program TV “BTP Menjawab”

BTP Menjawab Ahok

Arrahmahnews.com, Jakarta – Akun facebook Wahyu Sutono mengungkapkan misteri dibalik Batalnya Program “BTP Menjawab”.

Tentu banyak pemirsa TV termasuk penulis yang kecele saat mantengin televisi sejak pukul 19.30, hingga acara yang tak ditunggu itu usai, tapi acara ‘BTP Menjawab’ tak kunjung nongol dan tak ada konfirmasi dari pihak televisi, hingga menimbulkan kekecewaan, tanda tanya, dan berbagai opini.

Ada yang mengatakan bila sosok BTP begitu menakutkan, terutama bagi kelompok tertentu yang khawatir ditelanjangi akan kiprahnya, utamanya terkait dengan reklamasi pulau, dan tentu banyak hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan dan persoalan ibu kota.

Baca: Muhammad Zazuli: Kenapa Jokowi dan Ahok Dibenci Kelompok Radikal?

Ada pula yang mengatakan acara tersebut tidak lolos sensor dari lembaga penyiaran, karena khawatir membawa dampak pada situasi politik yang dirasa sudah mulai adem. Ada pula yang mengatakan ditunda hingga Jokowi-Amin dilantik, serta ada yang mengatakan bila BTP sedang dipersiapkan untuk bidang percepatan pemindahan ibu kota.

Tentulah berbagai kemungkinan di atas bisa saja benar, tapi bisa juga kemungkinan lainnya, mengingat belum ada konfirmasi langsung dari Metro TV maupun BTP sendiri. Yang itu artinya bisa saja ditunda hingga minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau batal sama sekali, hingga membuat ada yang membuat menjadi lega hatinya.

Termasuk yang secara individual saat ini sudah tidak simpatik kepada BTP, walau sejatinya dulu mereka adalah pendukungnya. Hal ini pun tersampaikan kepada penulis, yang intinya bahwa sejak BTP cerai dan nikah lagi, mereka menjadi tak simpatik dengan segala argumentasinya. Sungguhlah itu hak mereka, dan penulis tak pernah sekali pun menentang, juga tak pernah sedikit pun berargumentasi terlebih hingga membelanya.

Karena yang ada dalam benak penulis bahwa itu sudah ‘Ranah Pribadi’ dari BTP, dan penulis pun pasti akan merasa terganggu bila kehidupan pribadi penulis diusik. Selain itu, penulis pun tidak tahu dan tak mau sok tahu tentang apa yang terjadi pada kegagalan rumah tangga BTP dengan segala intriknya. Siapa yang salah dan siapa yang benar, hanya mereka lah yang sangat tahu.

Baca: Yusuf Muhammad: AHOK Menggila

Yang pasti pula bahwa penulis lebih melihat kehadiran sosok BTP pada kinerja dan prestasinya dengan segala keberadaannya, ketimbang sisi kehidupan pribadinya yang sudah pasti penulis sama sekali tidak tahu. Penulis tidak ingin apa yang telah BTP berikan dan perjuangkan dengan segala pengorbanannya selama ini menjadi pupus hanya karena persoalan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penulis, serta penulis tidak pernah dirugikan apapun itu.

Dalam waktu bersamaan, penulis tak bisa berharap BTP menjadi sosok yang sesuai harapan, karena BTP pun manusia biasa, dan belum tentu kehidupan penulis lebih baik dari BTP, terlebih bila dibandingkan dengan prestasinya yang ciamik. Penulis pun membayangkan betapa banyaknya politisi yang omdo atau korup, atau pun hanya bisa nyinyir penuh kedengkian, tapi nol prestasi. Lalu penulis harus menuntut BTP sempurna?

Baca: Taktik ‘Gila’ Jokowi Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta

Negeri ini krisis negarawan dan pejabat yang mau mendahulukan kepentingan rakyat, ketimbang yang sedikit-sedikit ke luar negeri dengan berbagai dalih. Jadi bagi penulis, BTP tetap sosok hebat yang perlu dilahirkan kembali pada pribadi-pribadi lainnya dengan gayanya masing-masing. Dan yang pasti, dengan kehebatannya itu pula, terbukti membuat pihak tertentu was-was, hingga ada yang kegenitan seperti halnya si tuan segi tiga merah yang menganggap BTP sedang bermanuver dan mencari perhatian. Padahal mereka sendiri lah yang saat ini gamang. Salam BTP: Berani, Tegas, dan Pasti. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: