News Ticker

Jubir Ansarullah Konfirmasi Penarikan Pasukan UEA dari Sebagian Wilayah Yaman

Arrahmahnews.com, Sana’a – Dalam sebuah wawancara dengan Jaringan televisi berita Al-Alam, Mohamed al-Bukhaiti, anggota biro politik Ansarullah Yaman, mengatakan bahwa pemantauan situasi menunjukkan bahwa UEA telah menarik pasukannya keluar dari daerah-daerah tertentu di Yaman, meskipun pemerintah Abu Dhabi tidak mengadopsi sikap formal atau jelas tentang masalah ini.

“Tidak jelas apakah penarikan Emirat dari Yaman akan parsial atau lengkap,” ujar Bukhaiti, menggarisbawahi bahwa, “Ansarullah secara dekat memantau situasi, dengan drone dan rudal Yaman yang siap untuk menanggapi setiap intensifikasi sikap UEA”.

Baca: New York Times: Saudi Kecewa Berat UEA Tarik Pasukan Dari Yaman

Ia juga mencatat bahwa Ansarullah bersikeras penarikan penuh semua pasukan asing dari Yaman, dan menganggap setiap pasukan asing yang tersisa di tanah Yaman sebagai agresor dan penjajah.

“Ansarullah menyerukan perdamaian berkelanjutan yang akan menjamin keamanan dan martabat semua negara kawasan, dan mendesak penghormatan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Yaman serta negara-negara lain,” lanjut Bukhaiti menyimpulkan.

Baca: UEA Tinggalkan Yaman, Saudi Kelabakan

Rakyat Yaman yang tidak berdaya telah diserang secara besar-besaran oleh koalisi pimpinan rezim Saudi selama lebih dari empat tahun, tetapi Riyadh belum mencapai satu pun tujuannya di Yaman sejauh ini.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya telah melakukan serangan udara mematikan terhadap gerakan Houthi Ansarullah dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden buron Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Baca: Gubernur Aden: Pengumuman UEA Tarik Pasukan dari Yaman Hanya Taktik

Angka resmi PBB mengatakan bahwa lebih dari 15.000 orang telah terbunuh di Yaman sejak kampanye pemboman yang dipimpin Saudi dimulai.

Perang Saudi telah berdampak pada lebih dari tujuh juta anak-anak di Yaman yang menurut angka-angka UNICEF kini menghadapi ancaman kelaparan serius. Lebih dari 6.000 anak telah terbunuh atau menderita luka serius sejak 2015, kata badan anak-anak PBB itu. Situasi kemanusiaan di negara ini juga telah diperburuk oleh wabah kolera, polio, dan campak. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: