NewsTicker

Menhan Irak: Hashd al-Shaabi Kekuatan Besar untuk Seluruh Bangsa

Arrahmahnews.com, BAGHDAD – Menteri Pertahanan Irak, Najah Al-Shammari, menghargai pengabdian dan pengorbanan yang dilakukan oleh pasukan relawan Irak Hashd al-Shaabi dalam perang melawan ISIS, menekankan bahwa mereka adalah milik seluruh bangsa.

“Hashd al-Shaabi bukan kekuatan milik satu kelompok khusus masyarakat atau wilayah tanah air, melainkan sebuah kekuatan besar untuk seluruh bangsa Irak,” ujar al-Shammari sebagaimana dikutip oleh situs berita berbahasa Arab al-Ma’aloumeh pada hari Sabtu (13/07).

Ia menggarisbawahi pengorbanan pasukan Hashd al-Shaabi dan upaya untuk melawan kelompok-kelompok teroris, dan mengatakan bahwa perintah baru-baru ini yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi adalah bertujuan untuk menghargai pasukan rakyat Irak itu.

Baca: PM Irak Integrasikan Hashd al-Sha’abi Sebagai Bagian dari Tentara Nasional

Al-Shammari memuji Grand Ayatollah Sistani untuk fatwa agamanya yang mendasari pembentukan Hashd al-Shaabi, mengatakan bahwa Fatwa itu telah mengantar era keamanan yang meningkat di negara itu dan memberi Angkatan Bersenjata Irak lainnya kesempatan untuk melewati kejutan yang telah mereka alami setelah mereka berada di bawah serangan besar-besaran oleh ISIS pada awal perang militansi dan membalikkan jalannya peristiwa untuk merangkul banyak kemenangan.

Abdul Mahdi mengeluarkan dekrit pekan lalu untuk mengintegrasikan Pasukan Mobilisasi Populer negara itu ke dalam angkatan bersenjata formal.

“Semua pasukan Hashd al-Shaabi akan bekerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari angkatan bersenjata. Semua aturan yang diterapkan pada angkatan bersenjata akan diterapkan pada mereka, kecuali jika surat-surat khusus menentukan lain, ” bunyi bagian dari dekrit itu.

Baca: AS Gunakan Tekanan Politik dan ISIS untuk Paksa Hashd al-Sha’abi Keluar dari Mosul

Ia menambahkan, “Semua nama lain di mana faksi Hashd al-Shaabi beroperasi selama pertempuran heroik yang membasmi entitas teroris ISIS akan ditinggalkan dan diganti dengan istilah militer.”

Para pejuang Hashd al-Shaabi bergabung dengan militer pada tahun 2014 setelah kelompok teroris Takfiri ISIS meluncurkan kampanye pertumpahan darah dan penghancuran terhadap bangsa.

Mereka secara efektif berkontribusi pada perjuangan anti-terorisme negara tersebut, khususnya dalam pembebasan wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: