News Ticker

Difitnah Saluran Berita Al-Arabiya, Kuwait Meradang

Gedung Parlemen Kuwait Gedung Parlemen Kuwait

Arrahmahnews.com, Kuwait – Para anggota parlemen Kuwait mengecam keras saluran berita Al-Arabiya milik Saudi, mengklaim bahwa seorang penyiar saluran tersebut telah dengan sengaja memfitnah dan menghina Kuwait.

Pembawa acara berita Saudi, Sarah Darandawi, sebelumnya telah menghina Kuwait saat membacakan laporannya terkait Qatar dengan menyebut bahwa negara yang diboikot Saudi itu menurunkan harga alkohol dalam persiapan untuk Piala Dunia 2022, dimana Doha akan menjadi tuan rumahnya.

Diakhir laporannya Darandawi berkomentar “kita sedang menunggu komentar oleh teman-teman Kuwait mereka atas kedermawanan Qatar ini”, sebuah referensi yang jelas mengejek sikap netral Kuwait dalam perselisihan dua tahun antara Qatar di satu sisi dan Arab Saudi, Uni Emirat Arab Emirates, Bahrain, dan Mesir di sisi lain. Keempat negara itu memberlakukan boikot total terhadap Qatar dengan menuduhnya mendukung teroris. Pada saat yang sama, Amir dan pemerintah Kuwait tetap netral dan telah melakukan upaya besar untuk mengakhiri keretakan ini.

Baca: Kuwait Undang Qatar Hadiri KTT GCC

Kuwait Times pada Minggu (14/07) melaporkan bahwa para anggota parlemen dan aktivis media sosial mengkritik keras penyiar Saudi itu, menggambarkan tindakannya sebagai “penghinaan” dan pelecehan terhadap Kuwait, bersikeras bahwa Kuwait tidak hanya tidak memihak keretakan tetapi melakukan upaya mediasi besar untuk menyelesaikannya.

Kementerian Informasi Kuwait bahkan mengeluarkan pernyataan sangat mengkritik terhadap saluran yang berbasis di Dubai itu untuk penghinaan ini. Dikatakan Kuwait menolak untuk terlibat dalam hal-hal yang tidak menyangkut negara, menyesalkan pernyataan oleh pembawa acara berita Al-Arabiya tersebut dan mengatakan hal ini sama dengan sebuah penghinaan besar.

“Kuwait akan selalu berkomitmen untuk persatuan wilayah Teluk melalui upayanya untuk memadamkan perselisihan internal,” demikian bunyi pernyataan oleh kementerian, yang menyerukan diakhirinya kampanye media berbahaya yang merusak hubungan dalam blok Teluk. “Kuwait telah menghubungi pejabat televisi Al-Arabiya dan akan menanggapi dengan tepat untuk menyelesaikan masalah ini,” tambah pernyataan itu.

Baca: Menlu Qatar Bertemu Menlu Negara-negara Pemblokade di Kuwait

Salah satu anggota parlemen Kuwait, Riyadh Al-Adasani, mengatakan bahwa kemarin ia telah membatalkan sebuah wawancara yang dijadwalkan dengan Al-Arabiya sebagai protes terhadap tindakan tersebut, bersikeras bahwa Kuwait selalu berusaha untuk menyelesaikan krisis Teluk.

Anggota parlemen Kuwait yang lain, Abdulkarim Al-Kandari, mengatakan bahwa tindakan saluran berita itu merupakan upaya mencolok untuk melibatkan Kuwait dalam sengketa Teluk, meskipun posisi Kuwait sangat jelas dalam masalah ini.

Anggota parlemen Khaled Al-Otaibi mengatakan tindakan Al-Arabiya adalah pelanggaran moral dan upaya untuk menabur perpecahan antara Kuwait dan negara-negara Teluk lainnya.

Anggota Parlemen yang lain lagi, Abdulwahab Al-Babtain, mengatakan bahwa Kuwait tidak akan terhalang oleh upaya murahan seperti itu dan akan terus menjadi penengah untuk menyelesaikan krisis Teluk. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: