News Ticker

Kebijakan Imigrasi Trump Tingkatkan Ketegangan di Seluruh AS

Donald Trump Amerika Serikat

Arrahmahnews.com, Virginia – Kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump sangat memecah belah dan telah menyebabkan meningkatnya ketegangan sosial di seluruh negeri. Seorang analis politik Amerika di Virginia menyatakan hal ini.

“Di Amerika Serikat saat ini, imigrasi adalah salah satu masalah yang sangat memecah belah,” kata Keith Preston, pemimpin redaksi AttacktheSystem.com.

“Dalam politik Amerika, kadang-kadang akan ada beberapa masalah yang sangat memecah belah yang muncul di mana orang-orang memiliki keyakinan yang sangat emosional,” kata Preston kepada Press TV pada hari Minggu (14/07).

“Tampaknya masalah ini sekarang meningkat dan menjadi lebih intens,” tambahnya.

Baca: Analis: Tembok Trump Tak Bisa Hentikan Aliran Imigran dari Meksiko

Pernyataan Preston ini menanggapi peristiwa terbaru dimana seorang pria dilaporkan melemparkan alat pembakar ke pusat penahanan migran di Tacoma, negara bagian Ibu Kota Washington, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (13/07) pagi. Ia kemudian ditemukan tewas, setelah empat petugas polisi tiba dan melepaskan tembakan terhadapnya.

Pusat penahanan Tacoma Northwest merupakan sebuah fasilitas tahanan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Fungsi utama tahanan itu adalah menahan para migran yang sedang menunggu proses deportasi.

Seorang teman lelaki yang meninggal itu mengatakan bahwa ia pikir temannya ingin memprovokasi konflik fatal, dan menggambarkannya sebagai seorang anarkis dan anti-fasis.

Departemen kepolisian Tacoma mengatakan bahwa sekitar jam 4 pagi para petugas dikerahkan ke Pusat Penahanan Tacoma Northwest yang dikelola secara pribadi.

Baca: Imigran Bocah di Penjara AS Tewas, Publik Kembali Kecam Kebijakan Anti Imigrasi Trump

Imigrasi telah menjadi subyek pertempuran politik yang memecah belah di AS, yang telah berjuang selama lebih dari setahun dengan krisis migrasi di perbatasan selatannya dengan Meksiko.

Banyak orang Amerika menentang imigrasi dan percaya bahwa imigran membawa kejahatan dan mencuri pekerjaan yang baik, sementara yang lain bersimpati kepada imigran dan mengakui bahwa AS adalah negara yang menua dengan tingkat kelahiran rendah dan membutuhkan imigrasi untuk membuat ekonomi dan populasinya tumbuh.

Ribuan pemrotes mengadakan demonstrasi di seluruh Amerika Serikat pada hari Jumat untuk memprotes kebijakan imigrasi Trump.

Trump telah membuat sikap garis keras pada imigrasi sebagai bagian integral dari kepresidenannya dan telah berjanji untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko guna mengekang aliran migran dari Meksiko dan Amerika Tengah.

Pemerintahan Trump telah berusaha untuk mengekang aliran migran tidak berdokumen dan membatasi imigrasi legal, dan menggantinya dengan sistem berbasis keuntungan.

Banyak migran tidak berdokumen yang menyeberang secara ilegal ke AS adalah pencari suaka yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan di Honduras, Guatemala dan El Salvador.

Perlakuan terhadap migran di pusat-pusat penahanan, khususnya migran anak, telah mendapat kecaman dalam beberapa bulan terakhir, dengan laporan-laporan yang muncul tentang kondisi-kondisi yang kotor dan kekejaman dari staf.

Pekan lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, mengatakan bahwa ia “sangat terkejut” pada kondisi di mana pemerintah AS menahan migran dan pengungsi yang ditahan, termasuk anak-anak. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: