News Ticker

PBB: Lebih dari 821 Juta Penduduk Dunia Kelaparan di sepanjang 2018

Arrahmahnews.com, JENEWA – Laporan PBB menyatakan bahwa ada lebih dari 821 juta orang menderita kelaparan di seluruh dunia pada tahun 2018, tahun ketiga berturut-turut dimana jumlahnya terus meningkat.

Setelah beberapa dekade menurun, malnutrisi mulai meningkat pada tahun 2015, terutama karena perubahan iklim dan perang. Membalikkan tren adalah salah satu target 2030 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yang bertujuan untuk memperbaiki planet ini dan orang-orangnya.

“Tetapi untuk menuju dunia di mana tidak ada yang menderita kelaparan hingga saat ini tetap menjadi sebuah tantangan besar,” bunyi laporan PBB itu yang dibacakan pada Hari Senin (15/07), mencatat jumlah orang yang tidak cukup makan telah meningkat dari 811 juta pada tahun 2017.

Baca: Survei: Lebih dari Setengah Penduduk Yaman Alami Kelaparan Parah

“Kami tidak mampu mencapai (target) nol kelaparan pada 2030,” kata David Beasley, kepala Program Pangan Dunia, salah satu lembaga PBB yang berkontribusi dalam laporan tersebut.

“Itu tren yang buruk. Tanpa ketahanan pangan kita tidak akan pernah memiliki kedamaian dan stabilitas,” kata Beasley, menyesalkan bahwa media lebih mengutamakan topik tentang Brexit dan Donald Trump daripada anak-anak sekarat yang kelaparan.

Ia memperingatkan bahwa kelompok-kelompok ekstremis menggunakan kelaparan dan kontrol atas persediaan makanan sebagai senjata untuk memecah komunitas atau merekrut anggota baru.

Laporan dengan tema “Keadaan Ketahanan Pangan dan Nutrisi di Dunia” ini diproduksi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan badan-badan PBB lainnya termasuk Organisasi Kesehatan Dunia.

Baca: 5 Badan Amal Dunia Desak AS-Saudi Stop Jadikan Kelaparan Senjata Perang di Yaman

“Untuk menjaga keamanan pangan dan gizi, sangat penting untuk memiliki kebijakan ekonomi dan sosial untuk menangkal dampak dari siklus ekonomi yang merugikan ketika itu terjadi, juga menghindari terputusnya layanan penting, seperti perawatan kesehatan dan pendidikan, dengan segala cara,” bunyi laporan ini lebih lanjut.

“Transformasi struktural” diperlukan untuk memasukkan orang-orang termiskin di dunia, kata para penulis.

Sementara itu, ada sebanyak 149 juta anak yang menderita keterlambatan pertumbuhan (stunting) akibat kelaparan. Namun, pada saat yang sama, jumlah penderita obesitas terjadi peningkatan di semua wilayah dengan korban berusia anak-anak usia sekolah hingga orang dewasa.

PBB juga menyebutkan ada sebanyak 2 miliar penduduk yang mengalami kerawanan pangan. FAO mengatakan upaya yang ada saat ini masih tidak cukup untuk mengurangi anak yang mengalami stunting hingga separuhnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: