News Ticker

Di Arab Saudi, Visa Festival Musik Lebih Mudah didapat dari Visa Haji dan Umrah

  • Habib Ali Al-Jufri: Seruan Khilafah Ingin Rebut Kekuasaan Bukan Tegakkan Islam
  • Setya Novanto
  • Syahrizal
  • Serigala berbulu domba
Penguasa Kerajaab Arab Saudi Arab Saudi

Arrahmahnews.com, Riyadh – Penguasa “liberal” Arab Saudi, Mohammad Bin Salman, tampaknya serius membangun sektor pariwisata non-agama di negara itu, sesuatu yang belum pernah dilakukan para pendahulunya sejauh ini.

Dibawah pemerintahannya, Kerajaan menyetujui Festival Musik besar-besaran di kota Jeddah, menarik ribuan wisatawan ke kota itu di musim panas ini. Bahkan Arab News melaporkan, pihak berwenang baru-baru ini mengumumkan bahwa e-visa pariwisata instan akan dikeluarkan untuk individu yang membeli tiket guna menghadiri acara yang diadakan sebagai bagian dari edisi pertama festival Musim Jeddah.

Visa akan dikeluarkan secara online melalui Sharek dalam waktu hanya tiga menit setelah pembelian tiket, sesuatu yang bertujuan untuk memberikan insentif kepada wisatawan untuk menghadiri festival.

Baca: Majalah AS: Muslim Dunia Boikot Haji untuk Cegah Kejahatan Putra Mahkota Saudi

Festival ini akan jadi tuan rumah bagi artis-artis kenamaan dunia seperti Liam Payne dan Steve Aoki; Nicki Minaj yang sangat kontroversial juga diundang menjadi pemain utama, tetapi dia menyuarakan penolakannya setelah banjir kritik atas meningkatnya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kerajaan.

Dalam sebuah pernyataan tentang masalah ini, Raed Abuzinadah, pengawas umum festival yang dimulai pada 8 Juni dan akan berjalan hingga 18 Juli ini memuji keputusan untuk mempercepat proses visa bagi pengunjung festival.

Baca: Pasca Nicki Minaj, BTS Didesak Batalkan Konser di Arab Saudi

Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya akan membantu mendukung acara musiman ini tetapi juga akan secara signifikan berkontribusi pada upaya yang ditujukan untuk merevitalisasi sektor pariwisata Kerajaan.

10 tahun yang lalu, industri pariwisata non-agama praktis tidak ada di Kerajaan Saudi. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, para pejabat telah berusaha untuk mengubah itu, mengarahkan upaya besar menuju sektor ini, untuk menyumbang pendapatan kerajaan diluar sektor yang telah ada.

Baca: Saudi Izinkan Zionis Bangun Hotel dekat Ka’bah, Indonesia Ditolak

Sementara industri pariwisata non-religius Kerajaan berkembang pesat, industri pariwisata religius menyusut karena proses Visa yang sangat panjang untuk Haji dan Umrah terus menjadi kemunduran besar dan cela bagi sektor ini.

Perbedaan mencolok di kedua sektor pariwisata menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh Pangeran Mahkota akan meliberalisasi Kerajaan, setelah meninggalkan preseden yang ketat dan perlahan-lahan mentransisikan Kerajaan menjadi negara yang lebih modern dan terhubung secara global. (ARN)

Iklan
  • Jokowi Pemberani
  • Cuitan Tengku Zulkarnaen
  • Muljamisme Ideologi Horor dalam Islam
  • Jokowi Bela Palestina
  • Polisi Syariah
  • Jokowi
  • Tri Susanti
  • Lukas Enembe
  • Teroris, ISIS, Militan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: