News Ticker

Perselingkuhan Putri Haya, Sekedar Rumor atau Sebuah Konspirasi?

Putri Haya Putri Haya

Arrahmahnews.com, Dubai – Puteri Haya baru-baru ini menjadi subjek kritik dan kontroversi besar-besaran setelah keluarga kerajaan UEA mengklaim bahwa suaminya, Sheikh Dubai, menangkap basah sang putri di rumah Inggris mereka dengan seorang bodyguard. Kisah perselingkuhannya yang tidak sah menjadi viral setelah sebuah puisi yang diduga disusun oleh Sheikh sendiri, dan didedikasikan untuk sang putri, diposting di twitter.

Puisi itu dibagikan oleh banyak akun yang tidak diverifikasi dan mengungkapkan frustrasi yang disebabkan oleh dugaan pengkhianatannya. Puisi itu berjudul “Kamu Hidup dan Kamu Mati”, ditulis dalam bahasa Arab dan berisi kata-kata emosional yang mengutuk tindakannya.

“Kamu pengkhianat, kamu mengkhianati kepercayaan yang paling berharga, dan permainanmu telah terungkap. Hari-hari kebohonganmu sudah berakhir, dan tidak peduli dulu kita bagaimana dan sekarang kamu siapa,” bunyi petikan puisi sang Sheikh.

Puisi itu sendiri kemudian dikritik karena dianggap bohong oleh outlet-outlet berita Arab, termasuk surat kabar Timur Tengah Albawaba.

Baca: Kabur dari Pangeran Dubai, Putri Haya kini Terlibat Perebutan Hak Asuh Anak

“Pada hari Senin, sebuah puisi beredar di media sosial dengan penggunanya mengklaim itu ditulis oleh Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed, yang dikenal sebagai penulis puisi Nabati. Namun, puisi itu pertama kali dibagikan oleh kelompok yang diyakini dijalankan oleh penggemar Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang dikenal sebagai Faz3. Puisi itu tampak palsu karena ditulis dan dibangun dengan buruk, membuat orang mempertanyakan kredibilitasnya,” tulis surat kabar itu.

Sisi Lain Cerita

Puisi itu tidak hanya kurang kredibilitas, tetapi klaim “perselingkuhan” yang nyata juga tampak tidak berdasar. Tidak ada bukti faktual, bahkan foto si bodyguard juga tidak pernah terlihat, ia yang dituduhkan dengan dengan siapa sang Putri memiliki hubungan tidak sah.

Ketika Putri Haya pertama kali melarikan diri dari Kerajaan suaminya, beberapa desas-desus muncul mengklaim bahwa kekerasan dalam rumah tangga atau takut akan pelecehan mungkin telah mendorongnya “melarikan diri”. Sementara masih belum ada komentar resmi dari Jordan atau UEA tentang kisah Haya, lebih banyak klaim dan argumen dibuat karena cerita tersebut menarik perhatian di internet.

Baca: Istri Pangeran Dubai Melarikan Diri, Bawa 31 Juta Pound Sterling

Beberapa orang mengaitkan pelarian itu dengan rumor kekerasan dalam rumah tangga atau pemenjaraan yang tidak berdasar. Desas-desus lain melonjak ke kesimpulan yang lebih drastis dan menuduh Sheikh Mohammed melecehkan putrinya, Sheikha Al-Jalila, yang menyebabkan sang putri melarikan diri dari negara itu.

Kisah ini beredar di media sosial Arab dengan pengguna yang mengklaim bahwa putri mantan penguasa Yordania, Raja Hussein dan saudara tirinya dari penguasa saat ini Raja Abdullah II, telah melarikan diri dari UEA ke Jerman sebagai akibat dari kekerasan keluarga yang ia dan putrinya dapatkan dari suaminya.

Meskipun masih belum ada fakta atau informasi yang jelas mengenai klaim ini, klaim kedua ini juga banyak dibagikan oleh banyak akun yang tidak diverifikasi di internet.

Baca: Putri Dubai Kabur Setelah Disekap Diam-diam Selama 3 Tahun

Salah satu sumber utama untuk kisah ini mengutip sumber-sumber resmi yang mengkonfirmasi pelarian putri datang dari jurnalis Palestina-Amerika Osama Fawzi.

Osama Fawzi, yang menjalankan vlog di saluran YouTube-nya ‘Arab Times’, merilis sebuah video di mana ia mengaku menerima pesan dari seorang wanita tak dikenal yang menyatakan bahwa ia berasal dari keluarga kerajaan UEA dan memberitahunya bahwa Putri Haya telah mengambil anak-anak, bersama dengan jutaan uang tunai, dan melarikan diri dari UEA.

Awalnya, videonya diabaikan dan dianggap sebagai rumor belaka yang berdasar dari fakta bahwa akun Twitter Putri Haya tiba-tiba berhenti untuk waktu yang lama. Namun, beberapa minggu kemudian, media internasional mengkonfirmasi bahwa Puteri Haya benar-benar melarikan diri dari UEA dan mengambil suaka di Jerman.

Fawzi juga mengklaim bahwa pesan-pesan itu berisi alasan pelariannya, tetapi sangat mengerikan sehingga ia memilih untuk tidak mengungkapkannya. Namun, di sisa videonya, ia terus berbicara tentang pengetahuan orang dalam tentang keluarga kerajaan dan bagaimana Penguasa Dubai menganiaya anak-anak dalam keluarganya.

Putri Haya pertama kali mencari suaka di Jerman dan sekarang tinggal di Inggris di mana ia menunggu persidangan di mana ia akan berhadapan dengan suaminya untuk perceraian dan hak asuh anak-anaknya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: