News Ticker

Pakar Irak: AS Ganti Pekerja Kedutaan dengan Pejabat Intelijen

Arrahmahnews.com BAGHDAD – Seorang pakar senior Irak mengatakan AS menggantikan mayoritas pekerja kedutaan dan diplomatnya di Baghdad, dengan para perwira intelijen setelah meningkatnya laporan tentang misi Amerika di ibukota Irak, yang mengatakan mata-mata Israel dan Amerika beroperasi dengan bantuan kedutaan.

Menyusul laporan baru-baru ini mengenai misi yang memata-matai pasukan militer Irak, situs berita al-Ma’aloumeh mengutip Abbas al-Ardawi yang mengatakan bahwa Washington bermaksud untuk menarik sejumlah diplomatnya dari kedutaan di Baghdad dan menggantikannya dengan agen intelijen.

Dia menambahkan bahwa departemen luar negeri AS prihatin dengan bocornya lebih banyak informasi mengenai hubungan antara para pekerja kedutaan dan tentara bayarannya di Irak.

BacaAS Siagakan Pasukan Tempur di Kedutaannya di Baghdad.

Pemerintah AS telah menahan diri untuk tidak memberikan informasi kepada pemerintah Irak tentang pekerja kedutaan AS di Irak dan jenis kegiatan mereka setelah pendudukan negara itu.

Pada hari Sabtu, seorang anggota parlemen senior Irak memperingatkan kegiatan mencurigakan kedutaan besar AS di negara itu, dan menambahkan bahwa misi itu menampung agen-agen Mossad dan teroris ISIS.

“Kedutaan AS di Baghdad telah berubah menjadi pusat bagi agen Mossad dan teroris ISIS,” kata Hassan Salem seperti dikutip oleh situs berita al-Soumeriyeh.

Dia menambahkan bahwa misi AS telah melupakan tanggung jawab diplomatik dan perlindungan warga negara Amerika di Irak. AS sedang mencampuri urusan dalam negeri Irak dengan memata-matai, menyebarkan desas-desus dan merencanakan plot.

BacaParleman Irak: Kedutaan AS di Baghdad Sarang Mossad dan ISIS.

“Pelanggaran kedutaan AS terhadap undang-undang dan melupakan tanggung jawabnya berdasarkan hukum internasional. Artinya pusat itu tidak bisa disebut kedutaan, oleh karena itu penutupannya secara hukum diperlukan,” kata Salem.

Dalam sambutan yang relevan pada bulan Maret, seorang pakar keamanan Irak yang terkemuka juga mengungkapkan bahwa kedutaan besar Amerika di Irak bertindak sebagai ruang operasi AS-Israel di Timur Tengah. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: