News Ticker

Nestapa TKI Turini Asal Cirebon di Saudi: ‘Hilang’ 21 Tahun Hingga Tak Digaji

TKI Turini Asal Cirebon TKI

Arrahmahnews.com, Jakarta – Banyak sekali kisah sedih para pahlawan peraup devisa “TKI” terbesar di Indonesia mendapat perlakuan tidak pantas dari para majikan mereka, dan terbanyak terjadi di Arab Saudi.

Turini Fatma Bin Madsari  Seorang Tenaga Kerja Wanita Asal Kabupaten Cirebon, Jawa Diduga Disekap Oleh Keluarga Majikan Di Riyadh Saudi Arabia.Keluarga Turini Baru Mendapatkan Kabar Awal Maret 2019 Media Sosial, Jika Turini Disekap Dan Tidak Pernah Digaji.

Baru-baru ini KBRI Riyadh berhasil menyelamatkan seorang WNI asal Cirebon bernama Turini yang selama 21 tahun hilang kontak dengan pihak keluarga. Kini Turini sudah ditemukan, seperti dilansir Detik.com (20/07/2019).

Wanita asal Kedawung, Cirebon ini diketahui berangkat ke Arab Saudi sebagai TKI sejak 24 Oktober 1998. Dia bekerja di keluarga Aun Niyaf Alotaibi.

Baca: BEBAS Setelah 15 Tahun Fatimah TKW Indonesia “Disandera” Majikan di Saudi

Kemudian kabar hilangnya Turini muncul sejak pertengahan tahun 2014. Namun, pihak KBRI Riyadh sulit melakukan pencarian karena minim data-data yang diperoleh.

Puluhan tahun hilang, Turini lantas mendadak memberi sinyal keberadaannya selama di Arab Saudi pada Maret 2019. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, pihak KBRI menerima informasi dari anak Turini terkait keberadaan ibundanya.

“KBRI saat itu menerima informasi dari anak Turini di Indonesia bahwa ibunya baru saja menghubunginya melalui nomor telepon WN Filipina” demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2019).

Dari kabar tersebut, pihak KBRI lantas melakukan penelusuran soal keberadaan Turini. KBRI mengejar siapa siapa pemilik nomor WN Filipina yang digunakan Turini berkomunikasi ke keluarganya di Indonesia.

Rupanya, WN Filipina tersebut bekerja di majikan yang sama dengan Turini di Arab Saudi. Melalui komunikasi itu akhirnya KBRi mendapat kontak majikan Turini.

Baca: Pekerja India Ungkap Mengerikannya Perdagangan Seks di Arab Saudi

“Melalui komunikasi tersebut, KBRI berhasil mendapatkan kontak majikan Turini, yang kemudian diketahui bernama Feihan Mamduh Alotaibi, menantu dari majikan lama, Aun Niyaf Aun Alotaibi. Majikan lama sendiri sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu,” tutur Agus.

Agus menerangkan, selama bekerja dalam kurun waktu 21 tahun, Turini belum pernah menerima gaji, dan tidak memiliki akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia. KBRI kemudian melakukan negosiasi dengan Feihan.

Akhirnya, tanggal 2 April 2019, dengan bantuan Kantor Polisi Dawadmi, tim KBRI Riyadh bisa bertemu dengan Turini. Pada saat itu KBRI melakukan negosiasi langsung dengan Feihan, di kampung pedalaman Saudi. Letaknya sekitar 27 kilometer dari Riyadh. Dan, negosiasi berjalan alot.

Baca: Kisah Udin Tentang Kejamnya Arab Saudi Terhadap TKI

“Namun dengan pendekatan ala santri, taqdimul adab (mengedepankan pendekatan sosial antropologis), alhamdulillah majikan luluh hatinya dan bersedia membayarkan hak-hak gaji Turini sebesar 150.000 riyal atau setara Rp 550 juta,” ucap Agus.

Terkait dengan denda overstay Turini selama 21 tahun akan dibebankan kepada Kafil atau majikan. Majikan juga harus menanggung tiket Turini yang akan terbang ke Indonesia pada hari Minggu 21 Juli 2019 dengan didampingi oleh staff KBRI berwarga negara Saudi, Muhammad al-Qarni yang terlibat langsung dalam penyelamatan Turini. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: