News Ticker

Sekjen Hizbullah: Jika Perang Lawan Iran Terjadi, AS Takkan Sanggup Mengakhiri

Sekjen Hizbullah dan Hossein Amir Abdollahian Hizbullah

Arrahmahnews.com, Beirut – Sekretaris jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon memperingatkan AS bahwa agresi militer terhadap Iran akan menyeret seluruh Timur Tengah ke dalam kekacauan, menekankan bahwa Washington tidak akan menjadi pihak yang menentukan akhir dari skenario seperti itu.

“Seperti yang dikatakan oleh Pemimpin Revolusi Islam (Ayatullah Ali Khamenei), AS tidak mampu memaksakan perang militer terhadap Iran. Gedung Putih tahu bahwa jika perang melawan Iran terjadi, seluruh wilayah akan terjerat, dan AS tidak akan menjadi pihak yang menyelesaikannya, ” kata Nasrallah dalam pertemuan dengan penasihat khusus juru bicara parlemen Iran untuk urusan internasional, Hossein Amir-Abdollahian, di Beirut pada hari Jumat (19/07).

Ketegangan telah meningkat tinggi antara Teheran dan Washington sejak tahun lalu, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir multilateral 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan melepaskan sanksi “terberat yang pernah ada” terhadap Republik Islam tersebut.

Baca: Rouhani: Perang Ekonomi AS atas Iran Mengancam Timur Tengah dan Dunia

Baru-baru ini, AS telah mengambil sikap seolah-olah akan berperang melawan Iran dan meningkatkan gerakan militernya yang provokatif di Timur Tengah, di antaranya adalah insiden 20 Juni dimana pesawat mata-mata Amerika masuk ke perbatasan Iran.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menembak jatuh Global Hawk RQ-4 buatan AS di atas wilayah perairan Iran di lepas pantai provinsi Hormozgan setelah pesawat tak berawak itu melanggar wilayah udara negara itu saat melaksanakan misi mata-mata.

Nasrallah kemudian menggambarkan perlawanan sebagai satu-satunya pilihan dan paling efisien dalam menghadapi kejahatan, tindakan agresi, dan tuntutan berlebihan rezim Israel.

Ia juga memuji rencana politik dan demokrasi Iran untuk referendum di antara semua penduduk bersejarah Palestina, termasuk Muslim, Kristen dan Yahudi, sebagai realistis dan logis.

Baca: Trump Klaim Perang AS vs Iran akan Singkat, Zarif: Ilusi!

“Namun Zionis pendudukan, adalah makhluk paling irasional di bumi, dan tidak memahami apa pun selain wacana perlawanan,” kata kepala Hizbullah itu.

Ia lebih lanjut menyebut proposal kontroversial Trump untuk “perdamaian” antara rezim Israel dan Palestina, yang dijuluki dengan “kesepakatan abad ini”, sebagai kosong, menyatakan bahwa Zionis adalah akar penyebab korupsi dan ketidakamanan di wilayah tersebut.

Nasrallah juga menyoroti bahwa Hizbullah tidak menaruh dendam terhadap orang Yahudi, memperingatkan anggota komunitas keagamaan untuk tidak bermain di tangan kebijakan perampasan tanah Zionis.

Baca: Analis: Trump Aset Zionis, Harusnya Dipulangkan ke Israel

Sekretaris jenderal Hizbullah menekankan bahwa front perlawanan anti-Israel sekarang berada dalam kondisi terbaiknya meskipun AS dan rezim Israel terus melanjutkan gerakan jahat mereka di kawasan.

” Amerika berusaha menghalangi pembersihan sisa-sisa teroris terakhir di Suriah, dan memperpanjang krisis (Suriah) melalui berbagai cara dalam upaya untuk mencegah kembalinya pengungsi Suriah ke tanah air mereka. Namun mereka akan gagal dalam kebijakan intervensionis mereka di kawasan ini,” simpul Nasrallah.

Amir Abdollahian, untuk bagiannya, mengucapkan selamat atas kemenangan Hizbullah selama perang 33 hari pada Juli 2006, dan membahas perkembangan regional dan internasional terbaru selain hubungan politik dan parlementer bilateral antara Teheran dan Beirut dengan kepala Hizbullah tersebut. (ARN)

Iklan
  • Hanan Attaki
  • Almarhum Sutopo Purwo Nugroho Saat di Rumah Sakit
  • Hidayat Nur Wahid, Wamena, Papua, Genosida
  • Masjid Fatahillah Balai Kota DKI
  • KEBACUT! Cak Lontong 'Semprot' Mardani Ali Sera Soal Umroh Jokowi
  • Teroris ISIS
  • Abdillah Toha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: