News Ticker

Angka Bunuh Diri Tentara AS Tinggi, Pentagon Upayakan Langkah Pencegahan

Arrahmahnews.com, PENTAGON – Sebuah laporan yang baru dirilis oleh Departemen Pertahanan AS tentang bunuh diri militer di antara anggota dinas aktif pada tahun 2017 mengungkap bahwa dua pertiga dari tindakan tersebut melibatkan penggunaan senjata api, menghidupkan kembali perdebatan tentang perlunya membatasi akses tentara pada senjata jenis tersebut dalam upaya untuk mengurangi tingginya tingkat bunuh diri di antara pasukan AS.

Situs berita Military.com pada Hari Sabtu (21/07) menyebut bahwa laporan yang dirilis pekan lalu, dari 309 kasus bunuh diri di antara pasukan dinas aktif pada tahun 2017, senjata api berperan dalam 202 kematian, meskipun sebagian besar adalah senjata pribadi, bukan senjata api yang digunakan dalam bertugas.

Studi lebih lanjut menyarankan bahwa pemisahan penempatan senjata api dan amunisinya, serta membudayakan untuk tidak membawa senjata ketika tidak bertugas, dapat menurunkan tingkat bunuh diri militer, yang pada 2017 hampir mencapai 22 kematian per 100.000 tentara.

Baca: Raja Salman Restui Pengerahan 500 Tentara AS di Arab Saudi

Sementara Pentagon dan Departemen Urusan Veteran bersiap untuk konferensi pencegahan bunuh diri dua tahunan bulan depan, anggota parlemen dan analis AS juga melakukan analisi kelayakan membatasi akses ke senjata api oleh anggota militer dan veteran yang semuanya telah dilatih untuk menembak dan banyak dari mereka yang memiliki senjata sendiri.

Dalam sidang Komite Urusan Veteran DPR pada bulan April, anggota Kongres New York Kathleen Rice menekankan bahwa setiap diskusi tentang bunuh diri di antara pasukan AS tidak akan dapat “ditangani secara baik … tanpa membicarakan senjata, senjata api.”

“Sudah terbukti,” kata Rice, “bahwa membatasi akses ke senjata api dapat mengurangi tingkat bunuh diri.”

Pada sidang terpisah, Terri Tanielian, seorang peneliti di think tank Rand Corp. yang telah mempelajari masalah ini secara luas, lebih lanjut menggarisbawahi bahwa kebijakan untuk mengurangi akses harus “dibuat dan dipraktekkan dan diuji”.

Baca: Pentagon: Ada 20.348 Kasus Penyerangan Seksual di Pos Militer AS di Seluruh Dunia

“Kita harus … mempromosikan keselamatan senjata api di antara para veteran … kebijakan yang secara langsung menangani risiko yang ditimbulkan senjata api terhadap para veteran,” katanya.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan bulan lalu di JAMA Network Open, para peneliti menemukan bahwa tingkat bunuh diri di antara tentara yang memiliki senjata lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka yang tidak. Lebih lanjut menunjukkan bahwa menyimpan senjata di rumah atau membawa senjata dikaitkan dengan peningkatan empat kali lipat dalam kemungkinan kematian akibat bunuh diri di antara tentara.

Bagaimanapun, diskusi mengenai pembatasan sarana merupakan tantangan di sebuah komunitas di mana banyak anggota memiliki senjata pribadi dan memiliki insiden pelanggaran senjata yang rendah.

Menurut Laporan Angka Bunuh Diri 2017 Pentagon, tingkat bunuh diri untuk pasukan yang bertugas aktif mencapai 21,9 kematian per 100.000 anggota, angka tersebut di 2016 mencapai 21,5 per 100.000. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: