News Ticker

Panama Konfirmasi Kapal yang Disita Iran Karena Selundupkan Minyak

Arrahmahnews.com JAKARTA – Otoritas maritim Panama mengkonfirmasi bahwa kapal tanker yang beroperasi di bawah bendera negara itu dan disita oleh Iran di Teluk Persia pada pekan lalu, karena penyelundupan bahan bakar, memang melanggar hukum internasional.

Administrasi Maritim Panama (AMP) pada hari Minggu mengecam penggunaan kapal yang disewa oleh Panama untuk tindakan ilegal, beberapa hari setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menahan kapal tanker minyak MT Riah ketika menyelundupkan satu juta liter bahan bakar di Utara Selat Hormuz, presstv melaporkan.

“Kami dengan tegas mengutuk penggunaan kapal dengan bendera Panama untuk tindakan terlarang yang mengancam keselamatan kehidupan manusia,” kata AMP dalam sebuah pernyataan.

BacaIran Rilis 17 Agen CIA yang Ditangkap.

Pernyataan lebih lanjut menambahkan bahwa “mereka yang jelas-jelas melanggar hukum, konvensi dan perjanjian internasional akan dikenai sanksi dan akan menanggung risiko kapal dibatalkan dari Register”.

Panamanian Ship Registry pada hari Jumat secara resmi mulai menarik pendaftaran MT Riah setelah penyelidikan menentukan bahwa kapal tanker itu “secara sengaja melanggar peraturan internasional,” AMP mengumumkan.

Menurut situs khusus, kapal berganti nama empat kali antara 2009 dan 2019. Pemilik kapal yang berbasis di Dubai, Prime Tankers LLC, mengatakan telah menjual kapal itu ke Mouj Al-Bahar, perusahaan Emirat lainnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menyatakan pada hari Senin bahwa argumen Iran untuk menyita kapal tanker minyak berbendera Inggris lebih meyakinkan dibandingkan dengan London.

“Argumen Iran jauh lebih benar daripada argumen Gibraltar dan London yang terlibat dalam pembajakan,” Ryabkov menekankan.

BacaRusia Bela Iran soal Penyitaan Kapal Inggris.

Para pejabat Iran mengatakan kapal itu telah mematikan lokasi GPS-nya, bertentangan dengan peraturan internasional, dan berlayar ke jalur strategis dengan pola lalu lintas yang salah.

Inggris sedang mencari solusi diplomatik untuk insiden itu dan Perdana Menteri Inggris Theresa May akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin untuk membahas masalah tersebut. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: