News Ticker

Layak Ditiru Indonesia, 11 Warga Mesir Dihukum Penjara Seumur Hidup karena Gabung ISIS

Pro Kotran Kepulangan WNI ISIS Teroris

Arrahmahnews.com, Jakarta – Sebuah pengadilan Mesir, Senin (22/7), menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 11 orang warganya atas dakwaan bergabung dengan kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak.

Selayaknya pemerintah Indonesia meniru cara Mesir untuk memberikan hukuman kepada mereka yang telah gabung dengan teroris ISIS di Suriah dan Irak.

Baca: Teroris JAD, Munawar Kholil Perekrut 57 WNI Ikut Teroris ISIS ke Suriah

Pengadilan kriminal Giza menyatakan, para terdakwa telah menerima pelatihan militer dan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk berperang membantu ISIS.

Dua terdakwa lain dikenai hukuman 15 tahun penjara, dan seorang lainnya tiga tahun penjara atas tuduhan yang sama. Dakwaan terhadap mereka termasuk memiliki senjata secara ilegal dan merencanakan serangan terhadap pasukan keamanan dan lembaga-lembaga pemerintahan.

Para terdakwa dapat mengajukan banding terhadap vonis itu. Pengadilan tersebut membatalkan dakwaan terhadap salah seorang tersangka.

Baca: Bahaya Mengintai, Jika WNI Pendukung ISIS Pulang ke Indonesia

Mesir sedang berusaha memerangi pemberontakan yang dipimpin teroris ISIS di Semenanjung Sinai. Perang itu meningkat pada 2013 setelah militer menggulingkan presiden Islamis yang terpilih secara demokratis namun memiliki kebijakan yang memecah belah.

Para militan di Mesir telah melancarkan serangkaian serangan, khususnya yang menarget pasukan keamanan dan warga Kristen, yang menjadi kelompok minoritas disana.

Saat ini pemerintah membentuk tim khusus untuk mengawal pemulangan 120 warga negara Indonesia (WNI) mantan pengikut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah ke Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengingatkan pemerintah agar waspada dengan mereka.

Baca: Dina Sulaeman: Eks-ISIS, Dipulangkan atau Tidak?

“Harus hati-hati,” kata Said Aqil usai menghadiri Harlah ke 8 Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) bertajuk ‘Sinergi Sumber Daya Komunitas Dengan Keunggulan Teknologi Digital Menggalang Arus Baru Ekonomi Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019) malam.

Said Aqil menegaskan, pemerintah harus benar-benar memastikan bahwa para mantan pengikut ISIS tersebut setia terhadap NKRI.

“Kalau warga negara harus betul-betul diambil sumpahnya setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila, jangan senaknya pergi sendiri pulang dijemput,” ujarnya.

Sebelumnya Menkumham Yasonna Laoly menyatakan, ada sekira 120 WNI eks ISIS yang masih di Suriah, terdiri dari perempuan dan anak-anak. Mereka yang sudah terkatung-katung di Suriah pasca-kekalahan ISIS berencana dipulangkan ke Indonesia.

“Kita bentuk task force nanti BNPT yang leading sektornya, kerjasama Kemenlu, Kemenkumham, Kemenko Polhukam, BIN dan jajaran terkait,” kata Yasonna, Jumat lalu. (ARN)

Iklan
  • Kurang Ajar, Video Rocky Gerung Sebut KH Agus Salim "Kambing Berjenggot"
  • Pancasila Vs Khilafah
  • Pancasila
  • Presiden Jokowi
  • Bu Susi Tantang Paddling Bos Facebook
  • Presiden Jokowi: Koruptor Bisa Dihukum Mati Kalau Masyarakat Berkehendak
  • Denny Siregar, Perang Besar Jokowi Lawan Mafia Lahan
  • Halaqah Kemasjidan
  • Kyai Said Aqil Siradj Diserang

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: