News Ticker

Surat Kabar Kuwait: Tekanan Maksimum AS Tak Mampu Lemahkan Iran

Jenderal IRGC Iran Vs Amerika

Arrahmahnews.com, Kuwait – Surat kabar terkemuka Kuwait dalam sebuah artikelnya menulis bahwa tekanan maksimum AS terhadap Iran hanya berdampak pada Timur Tengah, karena Iran telah keluar dari kesulitan dan sanksi dengan aman dalam 40 tahun terakhir serta mengembangkan program rudal dan nuklirnya.

“Timur Tengah akan menuju bahaya maksimum mengingat tekanan maksimum yang diberikan oleh Donald Trump terhadap Iran dan penarikan dari perjanjian nuklir,” tulis al-Ray pada hari Senin.

Surat kabar itu menambahkan bahwa meskipun ada sanksi dan tekanan, Teheran telah mengembangkan program rudal dan nuklirnya tanpa mengalami kesulitan berarti.

“Demikian pula sekutu Iran di Yaman, Irak, Suriah dan Lebanon dapat mengambil inisiatif di Timur Tengah dan mengubah situasi untuk keuntungan mereka. Sementara itu, sekutu Iran kemungkinan akan terlibat setiap saat negara ini terancam,” Ray menambahkan.

BacaPanama Konfirmasi Kapal yang Disita Iran Karena Selundupkan Minyak

Ini menggarisbawahi bahwa tekanan AS dan sekutu-sekutunya pada Iran hanya memperburuk situasi di kawasan.

Surat kabar Arab lain memuji Iran karena menunjukkan kekuatannya dalam menegakkan hukum terhadap negara adidaya dengan menyita tanker minyak yang melanggar hukum internasional di Teluk Persia, dan menegaskan bahwa Tehran menginginkan sikap saling menghormati dan penghapusan sanksi dari Barat.

Surat kabar Ray al-Youm dalam memo yang berjudul “Tanggapan Iran terhadap penyitaan kapal tanker Iran di Gibraltar … ini adalah kekuatan yang kita inginkan”, menggambarkan kekuatan Iran dalam konfrontasi melawan negara adidaya sebagai kehormatan bagi dunia Muslim.

“Setelah Iran mengumumkan bahwa mereka telah menangkap kapal tanker Inggris. Hal itu membuat marah Inggris. London mulai mengancam Iran dan lupa bahwa mereka juga telah menangkap kapal tanker minyak Iran di Selat Gibraltar. Semua ini terjadi ketika Selat Hormuz menyaksikan langkah-langkah yang memprovokasi Iran di kawasan itu. Perilaku Iran adalah sejenis tindakan pembalasan, sesuatu yang jarang kita saksikan di dunia Muslim,” tambahnya.

BacaRusia Bela Iran soal Penyitaan Kapal Inggris

“Hari ini, setelah perebutan kapal tanker minyak Inggris, terungkap bahwa Iran bukanlah kue yang mudah disantap seperti yang dibayangkan Bolton dan Netanyahu. Iran justru menunjukkan perilaku yang sesuai dengan perilaku negara-negara kuat seperti AS, Inggris dan Prancis. Ini adalah kekuatan yang kita inginkan sehingga Barat memahami bahwa kekuatan Islam ada di Timur Tengah dan mereka tidak dapat menggoyahkan Timur Tengah,” tulis al-Ray al-Youm.

Surat kabar itu juga menambahkan bahwa dengan langkah logis Iran, Presiden AS Donald Trump dipaksa untuk menunjukkan perilaku diplomatik terhadap negara Mullah, ketika ia melihat bahwa retorikanya dan ancamannya tidak dapat memberikan hasil apa pun dan mempengaruhi Iran sama sekali. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: