News Ticker

Al-Jarida: Ada Jejak Israel dalam Serangan di Markas Pasukan Populer Irak

Markas Pasukan Populer Irak Israel

Arrahmahnews.com, Baghdad – Israel mungkin berada di belakang serangan pesawat tak berawak pada Kamis (18/07/2019) terhadap sebuah pangkalan milik Hashd Al-Shaabi di Amirli, timur laut Irak, surat kabar Al-Jarida mengutip sumber di Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.

Menurut sumber Al-Jarida, serangan terhadap gudang senjata Hashd Al-Shaabi, yang berisi stok rudal jarak pendek dan menengah, serta sebuah bangunan markas, diduga dilakukan oleh pesawat yang terbang keluar dari pangkalan Amerika di al-Tanf.

BacaPM Irak Perintahkan Penyelidikan atas Serangan Drone ke Markas Hashd al-Shaabi

Sumber itu mengklaim bahwa hasil awal penyelidikan forensik oleh pemerintah Irak menegaskan bahwa rudal yang digunakan jenisnya sama dengan yang digunakan oleh Israel selama serangan berkala terhadap Suriah.

Al-Jarida juga mengklaim bahwa selama kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Irak pada bulan Mei, Pompeo memperingatkan para pejabat Irak bahwa Israel dapat menyerang “target Iran” di negara itu “kapan saja.”

Baca: Israel Dibalik Serangan ke Markas Hashd Al-Shaabi Irak

Sumber-sumber Irak yang berbicara kepada surat kabar itu mengatakan bahwa Baghdad tidak akan mungkin secara resmi menuduh Israel karena akan menempatkan pemerintah “dalam posisi yang sulit”, dan menyebabkan kemarahan rakyat.

Pejabat dari Irak, Iran, dan Israel belum mengomentari tuduhan surat kabar itu.

Tidak ada negara atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Kamis malam, yang dilaporkan menewaskan seorang pejuang dan melukai dua lainnya. AS segera membantah terlibat, juru bicara Pentagon mengatakan terus terang bahwa “pasukan AS tidak terlibat.” Seorang juru bicara Korps Pertahanan Sipil Irak mengatakan pelaku “masih belum diketahui.”

Pasukan Mobilisasi Populer atau Hashd Al-Shaabi adalah pasukan paramiliter yang dibentuk pada Juni 2014 untuk melawan Daesh (ISIS). (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: