NewsTicker

Beri Selamat, Zarif Peringatkan Boris Johnson Tak Ikut-ikutan B-Team

Boris Johnson dan Zarif PM Inggris

Arrahmahnews.com, Santa Cruz – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengucapkan selamat kepada mantan rekannya, Boris Johnson, yang telah menjadi perdana menteri Inggris, dan memperingatkan London untuk tidak ikut menerapkan cara-cara yang dilakukan oleh apa yang disebut B-Team.

Dalam sebuah posting di akun Twitter-nya pada hari Selasa (23/07), Zarif memberi selamat kepada mantan walikota London karena memenangkan kompetisi menjadi perdana menteri Inggris berikutnya.

Dalam ucapan selamatnya, Menlu Iran itu juga menyindir mantan pemerintahan Inggris yang dipimpin perdana Theresa May yang telah menyita kapal supertanker Iran di perairan internasional dekat Gibraltar, dengan mengatakan, “Penyitaan pemerintah May terhadap minyak Iran atas perintah AS adalah pembajakan, semurni & sesederhana itu.”

Baca: Boris Johnson Terpilih Jadi Perdana Menteri Inggris yang Baru

“Iran tidak mencari konfrontasi. Tapi kami memiliki 1.500 mil dari garis pantai Teluk Persia. Ini adalah perairan kami & kami akan melindunginya, ”tegas Zarif.

Dalam sebuah video yang terlampir pada tweetnya, Zarif menyampaikan pidato di Bolivia, mengatakan, “Kami bertanggung jawab atas keamanan dan kebebasan navigasi di Teluk Persia. Itu adalah garis hidup kami.”

“Adalah jauh, jauh lebih baik bagi Britania Raya untuk tidak terlibat dalam menerapkan cara-cara dari B-Team. B-Team kehilangan posisi di AS dan sekarang mereka mengalihkan perhatian mereka ke Inggris,” ujar Zarif dalam pidato tersebut, memperingatkan pemerintahan negara Ratu Elizabeth itu.

Baca: Iran Rilis Video Penyitaan Kapal Tanker Inggris

“Saya kira kebijakan yang sama yang gagal di AS akan gagal di Inggris,” tekan diplomat top Iran itu menggarisbawahi.

B-Team dalam komentar Zarif mengacu pada sekelompok empat tokoh anti-Iran, termasuk John Bolton, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, putra mahkota Saudi Mohammad Bin Salman Al Saud, dan putra mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Boris Johnson akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya setelah terpilih sebagai pemimpin partai Konservatif, mengalahkan Jeremy Hunt dalam kontes kepemimpinan partai.

Mantan walikota London, yang telah lama menghargai ambisi untuk memimpin negaranya itu memenangkan kontes dengan selisih meyakinkan dari 92.153 suara dibanding 46.656, yang berarti 66% suara. Tingkat partisipasi adalah 87,4% di antara 159.320 anggota partai. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: