NewsTicker

Teheran: Iran Miliki Drone Antarbenua dan Pasti Digunakan jika Perlu

Foto-foto Drone Iran di USS Boxer Drone Iran

Arrahmahnews.com, Teheran – Komandan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Hossein Khanzadi, mengatakan bahwa Iran memiliki drone antarbenua dan pasti akan menggunakan mereka jika diperlukan untuk misi jarak jauh.

Menguraikan kemampuan pesawat tak berawak Iran dalam sebuah wawancara dengan Klub Jurnalis Muda (YJC) yang diterbitkan pada hari Selasa (23/07), Khanzadi mengatakan bahwa negara itu memantau kapal-kapal Amerika di Teluk Persia dan memiliki “gambaran lengkap serta arsip besar dari gerakan harian dan momen-demi-momen” pergerakan Kapal milik AS dan sekutu-sekutunya.

“Kita dapat dengan berani menyatakan bahwa kita mengamati semua kapal musuh, terutama Amerika, poin demi poin dari asal mereka sampai saat mereka memasuki kawasan,” katanya, seraya menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran juga memiliki informasi tentang jenis misi mereka dan perilaku mereka di kawasan.

Baca: Mohajer-4: Drone Iran yang Taklukkan Kapal USS Boxer

Khanzadi juga mengeluh bahwa kapal-kapal musuh menciptakan “rasa tidak aman yang parah” dengan “berlayar tanpa tujuan dan perilaku munafik” di kawasan.

“Drone-drone kami memantau kapal dan kapal perang mereka dari saat mereka masuk dan proses pemantauan berlanjut sampai mereka berlayar ke Teluk Persia dan Laut Oman. Perilaku mereka di Teluk Persia, yang merupakan bagian dari identitas kami dan halaman belakang kami, sepenuhnya diawasi berdasarkan hukum internasional dan peraturan penerbangan,” katanya.

“Hari ini,” tambahnya, “Iran memproduksi drone sebagai peralatan militer berbiaya rendah untuk mengawasi kawasan tersebut.”

Baca: Zarif ke Trump: Tidak Ada Drone Iran yang Jatuh di Selat Hormuz

Ditanya tentang UAV untuk misi antarbenua, kepala Angkatan Laut Iran itu mengatakan, “Ya, sekarang kami memiliki jenis drone itu dan pasti akan menggunakannya jika perlu.”

Khanzadi juga mengecam penyitaan kapal supertanker milik Iran, Grace 1 di Selat Gibraltar oleh Inggris pada 4 Juni, menambahkan bahwa era “penindasan” di laut telah berakhir, dan bahwa kepentingan dan kedaulatan semua negara harus dihormati.

Ia lebih lanjut merujuk pada manuver 19 Juni yang tidak aman oleh tanker Stena Impero berbendera Inggris di Selat Hormuz, yang menyebabkan penahanannya oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran.

Baca: Iran Rilis Video Penyitaan Kapal Tanker Inggris

“Kapal tanker Inggris itu,” kata Khanzadi, “melanggar hukum maritim Iran dan Internasional, memasuki Selat Hormuz dari jalur keluar yang sibuk, mematikan pelacaknya, dan memiliki dokumen yang tidak lengkap.”

“Bertentangan dengan Inggris, Angkatan Bersenjata Iran, termasuk Angkatan Laut, bertindak dalam hukum maritim Iran dan aturan maritim internasional” dalam penahanan kapal yang serupa, katanya.

“Musuh mengamati kita di beberapa lokasi, tetapi tidak mampu melakukannya di beberapa tempat lain. Musuh harus menunggu kejutan dari daerah-daerah dimana ia tidak dapat melihat kita,” ujarnya memperingatkan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: