Internasional

Presiden Mehdi: Jika Saudi Berhenti Serang Yaman, Kami Berhenti Serang Saudi

Arrahmahnews.com, Sana’a – Presiden Mehdi Al-Mashat, Kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman, mengatakan bahwa “Yaman siap untuk menghentikan serangan roket dan udara terhadap Arab Saudi jika Saudi melakukan hal yang sama dan memfasilitasi akses bantuan dasar melalui pelabuhan laut; dan memulai proses politik dalam suasana tenang.

Selama pertemuannya dengan delegasi Kelompok Krisis Internasional, presiden menegaskan bahwa Yaman siap damai sejak awal. Ia menunjukkan bahwa Yaman tidak berusaha melanjutkan perang kecuali untuk membela diri mereka sendiri.

Presiden menekankan bahwa Yaman tidak menerima kehadiran AS dan Israel di perbatasannya, dan bahwa “negara-negara agresi harus tahu bahwa Yaman adalah negara yang memiliki kedaulatan dan tidak tunduk pada agenda siapa pun, dan begitu mereka mengerti hal ini, solusinya akan mudah.

Baca: PBB: Perang Yaman Sangat Bisa Dihentikan

Presiden juga menunjuk pada komitmen Angkatan Darat dan Komite Rakyat yang sudah mengimplementasikan hampir setengah dari komitmen dalam perjanjian Hodeidah secara sepihak sementara partai pro-agresi lainnya tidak melaksanakan langkah apa pun, dimana hal ini memperlihatkan perilaku sebenarnya para tentara bayaran Saudi tersebut.

Adapun hubungan dengan Republik Islam Iran, presiden mengatakan, “Berkenaan dengan tuduhan palsu ketergantungan pada Iran, tuduhan itu palsu, hanya sebuah silinder yang berulang, dan kami mengkonfirmasi bahwa tidak ada ketergantungan pada Iran.”

Baca: Drone Yaman Serang Bandara King Khalid Pasca Pemboman Saudi ke Sana’a

“Negara-negara yang memimpin agresi terhadap Yaman memiliki masalah dengan kami bukan karena subordinasi kami ke Iran, tetapi masalah mereka dengan kami adalah bahwa kami tidak mengikuti siapa pun. Jika kami adalah bangsa yang berada di pasar perbudakan, rezim Saudi telah membeli kami sejak lama. Kami adalah bangsa yang bersejarah dan terhormat dimana hal itu mencegah kami diperbudak oleh siapa pun.”

Ia menunjukkan bahwa Dewan Politik Tertinggi tidak keberatan berurusan dengan apa yang disarankan oleh delegasi Kelompok Krisis Internasional tentang kemungkinan meluncurkan dialog Yaman-Saudi untuk mencapai perdamaian yang adil bagi semua. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: