News Ticker

Drone Yaman Hantam Hangar Pesawat di Bandara King Khalid Arab Saudi

Drone Yaman Perang Yaman

Arrahmahnews.com, Yaman – Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan bahwa pasukan tentara dan pejuang sekutu dari Komite Populer telah meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap hangar pesawat militer di wilayah barat daya Asir, Arab Saudi, menggunakan satu skuadron pesawat tempur Qasef-2K (Striker-2K) buatan dalam negeri.

Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, kendaraan udara tak berawak itu menyerang dengan sangat tepat sasaran yang ditentukan di Pangkalan Udara King Khalid, yang terletak 884 kilometer sebelah selatan ibukota Riyadh, Kamis pagi (25/07).

Saree menambahkan bahwa gudang senjata, fasilitas pemuatan dan struktur strategis lainnya hancur selama operasi.

Baca: Presiden Mehdi: Jika Saudi Berhenti Serang Yaman, Kami Berhenti Serang Saudi

Pejabat senior Yaman itu kemudian memperingatkan Arab Saudi akan hari-hari lebih menyakitkan yang akan datang, menekankan serangan balasan akan terus berlanjut selama rezim Riyadh melanjutkan agresi militer, pengepungan dan serangan tanpa henti mereka terhadap negara Arab itu.

Kemudian pada hari yang sama, tentara Yaman dan pejuang sekutu dari Komite Populer juga meluncurkan serangan drone terhadap Bandara Internasional Abha di wilayah Asir Arab Saudi.

Saree mengatakan kendaraan udara tak berawak Qasef-2K menghantam hanggar pesawat dan beberapa target di bandara, yang menyebabkan gangguan lalu lintas udara.

Sebelumnya, pada 23 Juli, tentara Yaman dan sekutu mereka juga melancarkan serangan drone terhadap pangkalan udara Saudi yang sama, mengenai radar dan posisi militer sensitif lainnya di sana.

Jaringan televisi al-Masirah berbahasa Arab melaporkan bahwa tentara Yaman dan pejuang sekutu dari Komite Populer telah menggunakan pesawat tempur Qasef-K2 untuk secara akurat mengenai situs radar dan militer di Pangkalan Udara King Khalid.

Baca: Drone Yaman Serang Bandara King Khalid Pasca Pemboman Saudi ke Sana’a

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan kampanye yang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Perang yang dipaksakan Saudi ini telah merenggut nyawa dan melukai lebih dari 600.000 warga Yaman sejak Maret 2015.

Perang juga telah memakan banyak korban pada infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: