News Ticker

Serangan Bom Landa Berbagai Wilayah Afghanistan, Lebih dari 50 Orang Tewas

Bom di Afghanistan Afghanistan

Arrahmahnews.com, Kabul – Lebih dari 50 orang tewas dalam gelombang serangan di tiga provinsi Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul.

“Lima pegawai kementerian tambang dan perminyakan tewas dan 10 lainnya cedera dalam serangan terhadap sebuah bus yang membawa pegawai pemerintah di Kabul pada hari Kamis,” kata para pejabat, seraya menambahkan bahwa tujuh orang tewas dan lebih dari 20 lainnya luka-luka dalam ledakan kedua di daerah yang sama.

“Pertama bom magnet yang disisipkan ke minibus meledak, kemudian seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat lokasi serangan bus dan ledakan ketiga terjadi ketika sebuah mobil diledakkan oleh militan yang tidak dikenal,” kata Nasrat Rahimi, juru bicara kementerian dalam negeri di Kabul.

Baca: 18 Tentara Afghanistan Tewas dalam Bentrokan dengan Thaliban

Ia mengatakan bahwa jumlah korban tewas dari ketiga ledakan itu diperkirakan meningkat.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas bom mobil, dengan mengatakan bahwa konvoi “penjajah asing” yang melewati daerah itu menjadi sasaran dalam pemboman itu.

Pada hari yang sama di luar ibukota, kantor gubernur provinsi Nangarhar dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa sembilan warga sipil, enam wanita dan tiga anak-anak, tewas dan empat lainnya luka-luka dalam pemboman pinggir jalan di provinsi timur tersebut.

Menurut pernyataan itu, bom pinggir jalan tersebut mengenai minibus yang membawa keluarga yang sedang menuju ke pernikahan,. Serangan itu terjadi di distrik Khogyani di Nangarhar.

Baca: Serangan di Pasar Afghanistan, 40 Orang Tewas dan Terluka

Di provinsi utara Takhar, mantan Gubernur distrik, Sayed Mehrabuddin, menyebut bahwa sedikitnya 35 petugas polisi tewas dalam serangan Taliban terhadap fasilitas keamanan. Paling tidak 12 orang, termasuk enam petugas polisi, juga terluka dalam baku tembak selama berjam-jam yang terjadi di distrik Ishkamish.

Serangan itu terjadi ketika Jenderal Marinir AS Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, bertemu para pejabat tinggi AS dan NATO di Kabul.

Beberapa jam kemudian, kelompok teroris Daesh mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan di ibukota Afghanistan.

Amerika Serikat sedang mencoba untuk menegosiasikan kesepakatan yang akan melihat pasukan asing menarik diri dari Afghanistan dengan imbalan berbagai jaminan keamanan oleh militan Taliban, termasuk janji bahwa negara itu tidak akan menjadi surga yang aman bagi kelompok-kelompok teror.

Para pakar keamanan Afghanistan mengatakan para pemberontak meningkatkan serangan untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar dalam pembicaraan damai.

Pembicaraan putaran kedelapan diharapkan akan dimulai bulan ini di Qatar.

Kekerasan terbaru terjadi ketika juru bicara Kepala Eksekutif Afghanistan Abdullah Abdullah mengatakan kepada outlet media lokal TOLOnews pada 24 Juli bahwa Taliban dapat mengambil bagian dalam pemilihan presiden 28 September jika mereka memulai negosiasi dengan pemerintah Afghanistan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: