NewsTicker

Amnesty internasional Peringatkan Saudi Tak Hukum Mati Ulama Shaikh al-Awdah

Sheikh Salman al-Awdah Kriminalisasi Ulama

Arrahmahnews.com, Riyadh – Amnesty International memperingatkan rezim Arab Saudi agar tidak mengeksekusi ulama Muslim terkemuka Sheikh Salman al-Awdah, menyerukan Riyadh untuk membatalkan tuduhan bermotif politik yang ditujukan padanya dan membebaskannya dari penjara.

Lynn Maalouf, Direktur Riset Timur Tengah di Amnesty International, mengatakan pada hari Jumat (26/07) bahwa organisasi hak asasi manusia yang berbasis di London itu memiliki keprihatinan serius bahwa ulama berusia 61 tahun itu bisa dijatuhi hukuman mati dan akan dieksekusi, ketika ia diadili di Pengadilan Kriminal Khusus di ibu kota Riyadh pada 28 Juli.

“Kami sangat prihatin bahwa Sheikh Salman al-Awdah bisa saja dihukum mati dan dieksekusi. Sejak penangkapannya hampir dua tahun yang lalu, Sheikh al-Awdah telah melalui siksaan yang mengerikan, termasuk penahanan pra-persidangan yang berkepanjangan, berbulan-bulan kurungan isolasi, penahanan tanpa komunikasi, dan perlakuan sewenang-wenang lainnya, semua pelanggaran mencolok terhadap haknya mendapat pengadilan yang adil , “Kata Maalouf.

Baca: Penasihat Erdogan Kecam Raja Salman Terkait Hukuman Mati atas Shaikh Al-Awdah

Ia lebih lanjut menyoroti bahwa persidangan Sheikh al-Awdah yang akan datang serta para aktivis lainnya, termasuk 37 orang yang dieksekusi April lalu, bermotivasi politik dan bermaksud membungkam suara-suara independen di Arab Saudi.

“Sheikh al-Awdah telah menyerukan masyarakat yang lebih inklusif yang akan mengakhiri marginalisasi warga Syiah Saudi. Untuk ini, dia dihukum. Dengan cara yang sama, perempuan dan pendukung hak-hak perempuan, yang menyerukan hak yang lebih besar, juga dihukum. Apa keuntungan yang diharapkan pihak berwenang untuk dicapai dengan memperlakukan warga mereka sendiri dengan cara ini? Alih-alih bergerak maju dengan pengadilan palsu ini, mereka harus segera dan tanpa syarat membebaskan Sheikh al-Awdah dan membatalkan semua tuduhan terhadapnya,” ujar Maalouf menekankan.

Baca: HRW Desak Arab Saudi Bebaskan Shaikh Al-Awdah

Surat kabar Arab berbahasa Arab, Okaz melaporkan pada 4 September 2018 bahwa jaksa penuntut umum Saudi telah memberikan 37 tuduhan terhadap Awdah, dan bahkan menuntut eksekusinya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: