News Ticker

ANEH! Hilangkan Jejak ‘Donasi ke ACT’, Bukalapak Bantah Dukung Teroris

  • Dr. Talal Atrissi
  • Atwan: Pasca Kegagalan KTT Warsawa, NATO ARAB Dipaksa Lahir
  • Makar Sri Bintang Pamungkas
  • Vladimir Putin
  • Reema Sulaiman
  • Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar
  • Netizen Bongkar Skenario Jahat Haikal Hassan "Prabowo Minum Bir"
Bukalapak Hapus Donasi ACT Bukalapak Hapus Donasi ACT

Arrahmahnews.com, Jakarta – Beberapa waktu lalu publik jagat maya geger oleh temuan salah satu warganet Dahono Prasetyo dengan judul tulisan “Bukalapak, Bukalah Topengmu” yang mengatakan bahwa salah satu unicorn Indonesia Bukalapak ikut ambil bagian mendukung teroris melalui kerjasama dengan salah satu yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan bernama Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Menurut temuan itu, Bukalapak bekerjasama dengan ACT melalui pengumpulan donasi ketika pembeli melakukan pembayaran yang sifatnya sukarela sejumlah Rp 500. Karena ACT sendiri diduga menyalurkan hasil donasi ke teroris ISIS, maka dengan berkerjasama dengan ACT, Bukalapak juga ikut menyokong teroris. Begitulah kira-kira logikanya.

Apakah Bukalapak benar bekerjasama dengan ACT?

Menurut penelusuran penulis Seword, Mora Sifudan, benar bahwa Bukalapak bekerjasama dengan ACT. Bentuk kerjasama ini cukup istimewa karena Bukalapak menyediakan konten pilihan kepada pembeli untuk mendonasikan sedikit hartanya melalui ACT.

Baca: Dina Sulaeman: Tentang Bukalapak dan ACT ‘Pro Pemberontak Suriah’

Ketika pembeli melakukan proses pembayaran, pilihan melakukan donasi sebesar Rp 500 melalui ACT akan secara otomatis terpilih dengan sendirinya. Itu artinya, pembeli harus menghilangkan pilihan tersebut jika tidak mau mendonasikan Rp 500 melalui ACT.

Kerjasama ini bisa dikatakan sangat istimewa, sebab pilihan melakukan donasi di laman detail pembayaran hanya diberikan kepada ACT sementara lembaga lain tidak tersedia. Soal apakah masih ada kerjasama bentuk lain, kita tidak tahu. Silakan perhatikan gambar seperti di bawah ini:

Screenshot di Bukalapak

Gambar di atas adalah hasil tangkap lahir penulis sendiri. Tangkap layar itu diambil setelah berita terkait dukungan Bukalapak terhadap teroris melalui ACT itu beredar di media sosial. Hasil tangkap layer tersebut tidak diedit sama sekali. Ya jadi begitulah.

Baca: Sekjen Alsyami Komentari Perselingkuhan ‘Bukalapak dan ACT’ Soal Donasi Suriah

Apa artinya itu? Bukalapak secara terang-terangan menempatkan ACT sebagai institusi pengumbul donasi di posisi yang sangat istimewa. Maka tidak heran kalau netizen langsung bereaksi sangat keras terhadap perlakuan istimewa ini.

Bukalapak sendiri tidak membantah bahwa mereka bekerjasama dengan ACT. Mereka mengakui bahwa mereka bekerjasama dengan ACT dan lembaga pengumpul donasi dan zakat lainnya. Tetapi mereka membantah ikut menyokong teroris. Karena menurut mereka ACT dianggap sudah tersertifikasi pemerintah sama seperti yang lain.

Bahwa kita memang bekerjasama dengan ACT, tapi juga kita kerjasama dengan lembaga lain yang telah tersertifikasi pemerintah. Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat.” (Head of Corporate Communications Bukalapak, Intan Wibisono, Tempo)

Di sini saya tidak mau membahas apakah ACT terbukti mendukung teroris atau tidak. Soal itu biarkan saja orang yang lebih berkompeten untuk membahas itu. Yang mau saya bahas adalah soal sikap Bukalapak yang membantah menyokong teroris, tetapi setelah itu berusaha menghilangkan jejak ACT di aplikasinya.

Ketika diperiksa kembali, Bukalapak sudah menghilangkan konten pilihan donasi melalui ACT di laman detail pembayarannya. Menurut penelusuran penulis, pilihan itu tidak ada lagi seperti pada gambar berikut ini:

Screenshot di Bukalapak

Selain ACT menghilang dari laman detail pembayaran Bukalapak, ACT juga tidak ada lagi tercantum dalam produk digitalnya. Mengenai ini, saya sendiri belum tahu apakah memang ACT tidak terdaftar sebagai afiliasi pengumpul zakat. Yang jelas, tidak ada lagi nama ACT di situ sejauh penulis telusuri. Tetapi penulis yakin bahwa ACT sebelumnya ada di sana karena pihak Bukalapak sendiri mengakui mereka bekerjasama dengan ACT.

Di sinilah jawaban dari keraguan kita sebenarnya. Kalau memang menurut Bukalapak, ACT tidak terlibat menyalurkan donasi yang dikumpulkan untuk menyokong teroris, kenapa mereka menghilangkan ACT? Ini jadi aneh. Kalau memang ACT tidak bermasalah, sikap mempertahankan kerjasama adalah sikap tepat untuk menyatakan bahwa ACT memang tidak bermasalah. Kalau kemudian ACT di depak Bukalapak, itu berarti ada sesuatu dengan ACT yang pihak Bukalapak sendiri sudah tahu sebelumnya.

Dua Screenshot dari Bukalapak

Sepertinya memang Bukalapak ini perlu dihajar lagi dengan aksi ‘uninstall Bukalapak’. Kalau sebelumnya saya tidak setuju ‘uninstall Bukalapak’ karena ada kaitannya dengan politik dan karena Bukalapak sendiri adalah hasil karya anak bangsa, tetapi kali ini saya sangat mendukung ‘uninstall Bukalapak’. Tidak ada toleransi terhadap teroris dan para pendukungnya. Anak bangsa sekalipun kalau terbukti ikut mendukung teroris, ya ditenggelamkan saja. (ARN)

Artikel telah dimuat si Seword.com dengan judul “Hilangkan Jejak ‘Donasi Ke ACT’, Bukalapak Bantah Sokong Teroris

Iklan
  • Screenshoot Hoax di WAG
  • Tuduh Pemerintah Aktor Dibalik Bom Medan, Denny Siregar "Semprot" Busyro Muqoddas
  • Saiful Huda EMS
  • Joko Widodo
  • Orasi Kerakyatan Khofifah 'Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur'
  • Cerita Menag Ada "Pengantin" Bom Bunuh Diri di Instansi Pemerintah: Untung Terungkap
  • Tuduh Jokowi PKI, Dosen Unram Asal Lamongan Dipolisikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: