NewsTicker

PBB Masukkan Arab Saudi Daftar Hitam Pembunuh Anak Yaman

Anak Yaman Perang Yaman

Arrahmahnews.com, New York – PBB selama tiga berturut-turut menempatkan Arab Saudi dan sekutunya ke dalam daftar hitam pembunuh anak-anak.

Menurut sebuah laporan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, pada tahun 2018, koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman telah membunuh atau melukai 729 anak-anak, hampir setengah dari total korban anak pada tahun itu.

Laporan sekjen PBB, yang disampaikan kepada Dewan Keamanan pada hari Jumat, juga menyatakan bahwa korban anak Palestina yang disebabkan oleh rezim Zionis Israel, terutama militernya, tahun 2018 menjadi yang tertinggi selama empat tahun sebelumnya.

Laporan itu menunjukkan bahwa 59 anak-anak Palestina terbunuh – 56 oleh pasukan Israel – dan 2.756 lainnya terluka pada tahun lalu.

Guterres mendesak “Israel untuk segera menerapkan tindakan pencegahan dan perlindungan untuk mengakhiri penggunaan kekuatan yang berlebihan”.

BacaHouthi: AS Akan Terjun Langsung dalam Agresi Saudi ke Yaman

“Saya mengutuk peningkatan jumlah korban pada anak-anak, yang seringkali merupakan akibat dari serangan di daerah-daerah padat penduduk dan terhadap benda-benda sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit,” kata Guterres dalam laporan itu, yang dikeluarkan oleh utusan PBB untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata Virginia Gamba serta dikeluarkan atas nama Guterres.

Laporan ini tidak menekan mereka yang terdaftar untuk bertindak. Namun, hal itu sebatas mempermalukan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dengan harapan mendorong mereka untuk berhenti membunuh anak-anak.

Menanggapi laporan Jumat, Duta Besar Saudi untuk PBB Abdadllah Al-Mouallimi mengklaim bahwa “kehidupan setiap anak sangat berharga” bagi Riyadh, dan mempertanyakan sumber dan keakuratan laporan, serta menggambarkan angka-angka sebagai “berlebihan.”

Klaimnya datang ketika lebih dari 80.000 anak-anak Yaman di bawah lima tahun telah meninggal sebagai akibat dari kekurangan gizi akut yang disebabkan oleh agresi koalisi yang dipimpin Saudi terhadap rakyat Yaman, Guterres mengutip sebuah laporan yang dikeluarkan pada awal tahun ini.

Perang yang dimulai pada Maret 2015 sejauh ini telah membunuh ribuan wanita dan anak-anak Yaman dan menghancurkan infrastruktur Yaman.

Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan dalam sebuah laporan pada hari Jumat bahwa setiap 10 menit sekali, satu anak Yaman meninggal karena kekurangan gizi. Laporan itu, yang dikutip oleh TV al-Mayadeen, mengatakan kekurangan gizi telah mempengaruhi 2,3 juta anak di Yaman selama lima tahun terakhir. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: