Keluarga

Carmi, TKW Asal Cirebon 31 Tahun Hilang Tak Ada Kabar di Arab Saudi

Keluarga Carmi

Arrahmahnews.com, Cirebon – Kisah-kisah nestapa para pahlawan devisa tidak henti-hentinya, sebelumnya kisah seorang TKW Turini yang hilang kontak dari keluarganya selama 21 tahun di Arab Saudi.

Dan ada sebuah kisah baru lagi Carmi, TKW yang bekerja di Arab Saudi hilang kabar dari keluarganya selama 31 tahun.

Ilyas, 85, tidak mampu menahan air matanya, saat menceritakan Carmi, putrinya yang 31 tahun tidak ada kabar di Arab Saudi. Pria asal Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat itu, menceritakan tentang kerinduannya kepada putri sulungnya itu.

Baca: Nestapa TKI Turini Asal Cirebon di Saudi: ‘Hilang’ 21 Tahun Hingga Tak Digaji

Menurut Ilyas, Carmi berangkat ke Arab Saudi pada 1988 melalui seorang sponsor yang ada di desanya. Ia diberangkatkan melalui PT Umah Sejati Alwiday Jaya Sentosa yang berkantor di Jakarta.

Dari data yang dimiliki keluarga, Carmi diketahui bekerja pada majikan yang bernama Suud bin Hudaiban dan isterinya yang bernama Habibah. Tidak ada alamat jelas yang dimiliki oleh keluarga Ilyas. Mereka hanya tahu, Carmi bekerja di Riyadh Arab Saudi.

Carmi berangkat menjadi TKW, hanya selang setahun setelah ia bisa menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Dari awal keberangkatan, keluarga hanya mendapatkan kabar hingga tahun ketiga keberangkatannya ke negara Timur Tengah itu.

“Mulai tahun keempat, sudah jarang menerima kabar,” ujar Ilyas, Senin, 29 Juli 2019.

Pada tahun ketujuh, Ilyas mendatangi perusahaan penyalur Carmi di Jakarta. Saat itu, ia sempat berbicara dengan putrinya itu melalui sambungan telepon.

Perbincangan saat itu, merupakan perbincangan terakhirnya dengan putri sulungnya. Hingga saat ini, Ilyas tidak pernah lagi mendengar kabar Carmi di Arab Saudi.

Baca: Kisah Udin Tentang Kejamnya Arab Saudi Terhadap TKI

“Terakhir dapat kabar, waktu tujuh tahun setelah keberangkatan,” katanya.

Ilyas mengaku sudah berusaha untuk melaporkan putirnya itu ke berbagai lembaga. Bahkan, ia mengaku pernah melaporkannya juga ke KBRI. Ia berharap, putrinya itu bisa segera ditemukan dan dipulangkan dengan selamat.

“Semua cara sudah saya lakukan. Ke kiai, paranormal, pengacara, bahkan ke KBRI. Tapi belum membuahkan hasil. Semoga anak saya bisa segera ditemukan dan bisa pulang,” ujar Ilyas.

Selain Carmi, kasus hilang kontaknya TKW bernama Turini binti Mashari Tarsina asal Kedawung, Cirebon sempat viral di media sosial. Turini hilang kontak selama 21 tahun. Beruntung Turini berhasil ditemukan.

Turini diketahui bekerja untuk keluarga Aun Niyaf Aun Alotaibi. Laporan mengenai Turini mulai muncul sejak pertengahan 2013. Namun karena data-data yang minim menyulitkan KBRI Riyadh melakukan pencarian.

Baca: KEJAM! Ratusan TKW Disekap dan Disiksa di Arab Saudi

“Selama bekerja dalam kurun waktu 21 tahun, Turini belum pernah menerima gaji, dan tidak memiliki akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia. KBRI kemudian melakukan negosiasi dengan majikan,” ujar Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.co.id, Jumat, 19 Juli 2019.

“Pada 2 April 2019, dengan bantuan Kantor Polisi Dawadmi, Tim KBRI Riyadh dapat bertemu dengan Turini dan bernegosiasi langsung dengan Feihan Mamduh Al-Otaibi di rumah majikan, di Kampung di pedalaman Arab Saudi atau sekitar 387 kilometer dari Riyadh,” imbuh Dubes Agus.

Menurut Dubes Agus proses negosiasi dengan majikan berlangsung cukup alot. “Namun dengan pendekatan mengedepankan etika sosial, Alhamdulillah majikan luluh hatinya dan bersedia membayarkan hak-hak gaji Turini sebesar 150 ribu Riyal atau setara Rp550 juta,” sebutnya. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: