News Ticker

India Ragu Beli Drone AS Setelah Ditembak Jatuh Iran

RQ-4 Global Hawk Drone

Arrahmahnews.com, New Delhi – India dilaporkan gagal membeli drone Global Hawk dari Amerika Serikat setelah Iran dengan mudah menembak jatuh drone tersebut.

Surat kabar India The Hindustan Times, mengutip sumber-sumber militer, mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan bersenjata India khawatir tentang efektivitas dan kemampuan bertahan pesawat tak berawak AS di ruang udara yang sangat bergejolak.

New Delhi secara internal mengajukan pertanyaan tentang drone yang bertahan di sepanjang perbatasannya dengan Cina dan Pakistan – dimana kedua negara tersebut dilengkapi dengan sistem rudal darat-ke-udara (SAM) yang canggih, tambahnya.

BacaUlama Iran: Inggris Seharusnya Belajar dari Drone AS yang Ditembak Jatuh

India telah lama terlibat dalam konflik dengan Pakistan mengenai wilayah Jammu dan Kashmir yang disengketakan. Keduanya telah berperang empat kali sejak partisi wilayah tersebut pada tahun 1947, tiga di antaranya di Kashmir. Hubungan India-Pakistan pada Februari lalu memanas ketika lebih dari 40 paramiliter India tewas dalam serangan bom di Kashmir.

Pada tahun 1962, India dan Cina berperang singkat namun berdarah di wilayah Arunachal Pradesh, pasukan Tiongkok menangkap bagian dari wilayah tersebut.

Pada tahun 2017, mereka kembali terlibat dalam kebuntuan di wilayah Doklam Bhutan setelah tentara India mengirim pasukan untuk menghentikan pembangunan jalan militer oleh Tiongkok. Setelah kebuntuan dua bulan, pasukan dari kedua belah pihak mundur dan kedua negara berusaha membangun kembali kepercayaan. Perbatasan 3.500 km antara tetangga yang bersenjata nuklir telah tenang sejak itu.

Laporan itu juga mengatakan bahwa AS dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan operasi drone hanya di negara-negara di mana ia tidak menghadapi ancaman nyata atau saingan.

“Drone bersenjata telah berhasil digunakan oleh AS di Afghanistan, Pakistan, Irak dan Suriah karena langit didominasi oleh angkatan udara mereka,” katanya.

India telah merencanakan untuk membeli 30 drone dari AS senilai enam miliar dolar.

Baca: IRGC: Klaim AS Jatuhkan Drone Iran adalah Kebohongan Besar

Negara ini juga akan memasukkan jet tempur Rafale buatan Perancis ke dalam angkatan udara akhir tahun ini.

“Ini berarti pesawat tanpa awak bersenjata lengkap akan lebih mahal daripada pesawat tempur multi-peran Rafael dengan semua senjata dan rudal di dalamnya,” kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan India.

Iran menembak jatuh RQ-4 Global Hawk yang mengganggu itu pada Juni. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: