News Ticker

Rouhani: Kehadiran Pasukan Asing Sumber Ketegangan Kawasan

Presiden Rouhani Timur Tengah

Arrahmahnews.com, Teheran – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa setiap kehadiran pasukan asing di Teluk Persia hanya akan menyebabkan lebih banyak ketegangan di kawasan, di tengah laporan bahwa Inggris dan AS mendorong pasukan gabungan untuk mengawal kapal tanker minyak mereka saat melewati Selat Hormuz di perairan Iran.

“Iran terus berupaya untuk memastikan Laut Oman, Teluk Persia, dan Selat Hormuz tetap menjadi jalur yang aman guna pelayaran internasional,” katanya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Oman yang berkunjung, Yusuf bin Alawi, di Teheran pada hari Minggu (28/07).

“Kehadiran pasukan asing tidak akan membantu keamanan regional, dan jika ada, itu sebenarnya akan menjadi sumber utama ketegangan,” tambahnya.

Baca: Mengapa AS Butuh Koalisi Angkatan Laut untuk Patroli di Selat Hormuz?

Pernyataan Rouhani ini disampaikan ditengah laporan bahwa Inggris dan AS memimpin dua rencana patroli yang sangat berbeda di Teluk Persia.

Washington telah mendorong suatu skema di mana negara melindungi kapal mereka sendiri tetapi ikut serta dalam operasi bersama untuk memantau jalur air untuk mencegah insiden.

Administrasi Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa patroli diperlukan untuk melindungi kapal dari ancaman yang katanya berasal dari Iran, menyusul beberapa serangan misterius yang merusak kapal tanker minyak dan kapal kargo di Laut Oman selama beberapa minggu terakhir.

Baca: Takut Ditangkap Iran, Inggris Kawal Tanker Minyak Kerajaan di Selat Hormuz

AS dan beberapa sekutunya telah menyalahkan Iran atas serangan itu, klaim yang Teheran sangkal dan dibantah tegas. Pejabat Iran telah memperingatkan negara-negara di kawasan untuk waspada terhadap operasi bendera palsu oleh para “pemain asing” tersebut.

Inggris, di sisi lain, telah berusaha untuk mengumpulkan pasukan Eropa guna melindungi kapal yang bergerak melalui Selat Hormuz, setelah Iran menyita tanker berbendera Inggris bulan ini karena berusaha melarikan diri dari tempat tabrakan dengan kapal nelayan Iran, yang melanggar aturan internasional.

Ketegangan berkobar antara London dan Teheran setelah angkatan laut Inggris menangkap tanker minyak Iran Grace 1 di Gibraltar, mengklaim bahwa kapal itu membawa minyak ke Suriah yang merupakan pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap Damaskus.

Di tempat lain dalam sambutannya, Rouhani mengatakan kepada diplomat top Oman bahwa langkah London itu ilegal dan akan terbukti mereka harus membayar “mahal” karenanya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: