News Ticker

184 Orang Tewas di Sudan sejak Protes Pecah pada Desember 2018

Sudan Sudan

Arrahmahnews.com, Khartoum – Jumlah total korban tewas sejak protes pecah pada 19 Desember 2018 hingga awal Juli, adalah 184 orang. Jumlah ini diungkap dalam laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Sudan pada hari Minggu.

Sudan mengalami pergolakan sejak tentara menggulingkan Presiden Omar Al-Bashir, yang pemerintahannya berlangsung dari 1989 hingga 2019, sebagai akibat dari protes yang meluas dan memburuknya kondisi ekonomi.

Menurut Kantor Berita Sudan, Wakil Menteri Kesehatan Federal, Sulaiman Abdul-Jabbar, mengatakan bahwa 154 orang terbunuh di Khartoum, sementara 30 lainnya tewas di beberapa provinsi lain.

Baca: Dewan Militer Sudan Klaim Gagalkan Upaya Kudeta

Empat orang tewas di Darfur Barat, tiga di Darfur Utara, enam di Sungai Nil Putih, tujuh di Sungai Nil, delapan di Al-Qadarif, satu di Kassala dan satu di Laut Merah.

“Jumlah ini (184 orang) termasuk tentara dan warga sipil di samping korban lainnya,” kata Abdul-Jabbar.

Baca: Militer Sudan Janjikan Pemilu dalam Satu Tahun Masa Transisi

Pasukan Deklarasi Kebebasan dan Perubahan, partai terkemuka gerakan rakyat, meminta Dewan Militer Transisi bertanggung jawab atas kematian puluhan demonstran, ketika pasukan keamanan membubarkan aksi duduk di depan markas tentara di Khartoum pada 3 Juni. Namun, Dewan membantah tuduhan ini. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: