News Ticker

Kapten Kapal Supertanker Iran: Marinir Inggris Bertindak Secara Brutal

Marinir Inggris di atas Kapal Supertanker Iran Kapal Super Tanker Inggris

Arrahmahnews.com, Tehran – Kapten kapal supertanker Iran yang direbut oleh Inggris, mengatakan marinir Inggris menggunakan kekuatan yang berlebihan saat menahan kapal di Selat Gibraltar di lepas Spanyol.

Berbicara kepada BBC pada hari Selasa, kapten yang berkewarganegaraan India, mengatakan ia menerima panggilan radio dari polisi untuk naik ke kapalnya dan ia menurunkan tangga pada saat kejadian pada 4 Juli.

Tetapi alih-alih polisi naik, helikopter militer justru mendarat di kapal dalam “langkah yang sangat berbahaya,” dan sekitar 30 marinir turun. Dia mengatakan marinir kemudian bertindak agresif meskipun awaknya tidak bersenjata.

BacaIRGC Rilis Video dan Audio Peringatan ke Kapal Perang Inggris: Jangan Ikut Campur!

“Bagaimana mereka bisa naik kapal dengan kekuatan bersenjata dan kasar seperti itu? Untuk alasan apa?” Katanya.

Situasi Tegang

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dia mengidentifikasi dirinya sebagai kapten, tetapi marinir mengabaikannya dan membiarkan kru yang tidak bersenjata berlutut di bawah todongan senjata, dan berteriak, “Lihat ke depan, lihat ke depan!”

“Mereka tidak peduli apakah aku adalah kapten … tidak ada peraturan … kami memiliki 28 kru yang tidak bersenjata. Saya dalam kondisi shock, semua orang dalam kondisi shock,” kata kapten.

Marinir bisa saja menaiki kapal dan hanya mengatakan kepadanya bahwa kapal telah disita, katanya.

Sementara polisi Gibraltar sebelumnya mengklaim bahwa mereka menggunakan “kekuatan minimum” untuk menahan kapal.

Pasukan angkatan laut Inggris menangkap supertanker Grace 1 dengan tuduhan bahwa tanker membawa minyak Iran ke Suriah yang melanggar sanksi unilateral Uni Eropa (UE).

Iran membantah bahwa kapal itu sedang menuju Suriah, dan Spanyol kemudian mengatakan bahwa London telah memerintahkan penyitaan atas permintaan Amerika Serikat, yang telah berusaha menghambat penjualan minyak internasional Iran.

BacaVIDEO: Iran Gelar Pameran Karikatur Pembajakan Kapal oleh Inggris

Ketegangan meningkat dengan cepat antara Teheran dan London setelah penyitaan ilegal.

Kemudian pada bulan yang sama, Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Inggris yang berlayar di Selat Hormuz di Teluk Persia karena menolak untuk berhenti setelah menabrak kapal penangkap nelayan, yang merupakan pelanggaran aturan laut internasional.

Teheran dengan tegas memperingatkan London agar tidak mencoba memprovokasi lebih lanjut. Inggris kemudian merespon dengan mengirim dua kapal perang – HMS Duncan dan HMS Montros – ke Teluk Persia dengan dalih mencoba untuk “melindungi” kapal-kapal Inggris yang berlayar di perairan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: