NewsTicker

KETERLALUAN! Israel Interogasi Balita Palestina karena Melempar Batu

Mohammad Rabiaa Elayyan Mohammad Rabiaa Elayyan balita Palestina berusia 4 tahun bersama ayahnya diluar kantor polisi Israel

Arrahmahnews.com, Yerussalem – Pasukan Israel memanggil seorang balita Palestina berusia empat tahun dari lingkungan al-Issawiya di wilayah pendudukan Yerusalem Timur setelah menuduhnya melempar batu ke kendaraan militer.

Pada hari Senin, sejumlah besar pasukan polisi menyerbu lingkungan itu untuk menangkap balita tersebut, yang diidentifikasi sebagai Mohammad Rabiaa Elayyan.

Mereka mengejar anak itu dan ketika anggota dari keluarganya muncul, mereka diberikan surat perintah yang memerintahkan mereka untuk membawanya ke kantor polisi Israel di Jalan Salaheddine untuk diinterogasi.

Baca: Terorisme Dunia akan Berakhir Jika Kita Hentikan Ketidakadilan Israel atas Palestina

Mohammad dan ayahnya Rabiaa pergi ke kantor polisi Israel pada hari Selasa pagi (30/07), ditemani oleh sesama warga Issawiya, yang datang untuk memprotes surat perintah interogasi itu.

Kantor berita resmi WAFA Palestina melaporkan bahwa Rabiaa sebentar diinterogasi oleh polisi Israel, dan dibebaskan tak lama kemudian.

Pusat Informasi Wadi Hilweh – Silwan juga memposting sebuah video, yang memperlihatkan anak Palestina berusia empat tahun itu menangis ketika ia dibawa oleh ayahnya, yang memasuki kantor polisi.

Baca: Liga Arab Tuntut Penyelidikan Internasional atas Kematian Tahanan Palestina di Penjara Israel

Qadri Abu Bakar, ketua Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan, kemudian mengecam polisi Israel karena memanggil anak Palestina berusia empat tahun untuk diinterogasi.

Abu Baker, dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Facebook-nya, mengecam rezim Israel karena melakukan kejahatan mencolok terhadap anak-anak dan balita Palestina.

“Masa kanak-kanak anak Palestina berada dalam bahaya serius dan terus-menerus sementara komunitas internasional diam tentang pelanggaran Israel ini,” tulisnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: