NewsTicker

Jenderal IRGC Ancam Rebut Kapal Minyak Inggris Jika Tanker Iran Tidak Dilepas

Marinir_Inggris Sita Tanker Minyak Inggris Berita Timur Tengah

Arrahmahnews.com, TEHERAN – Seorang pejabat senior Iran menyerukan penangkapan kapal-kapal tanker Inggris, jika London menolak untuk melepaskan kapal minyak yang ditahan secara ilegal di Gibraltar.

“Jika Inggris tidak melepaskan kapal tanker minyak Iran, itu adalah tugas pihak berwenang untuk membuat langkah balasan dan merebut kapal tanker minyak Inggris,” kata Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, seorang jendral IRGC.

Dia mengatakan Republik Islam tidak pernah menjadi penggagas ketegangan dalam 40 tahun sejarahnya, tetapi juga tidak akan pernah ragu untuk menanggapi para penindas.

Supertanker Iran Grace 1 ditahan oleh kepolisian Gibraltar dan agen bea cukai, dibantu oleh detasemen Marinir Kerajaan Inggris, pada hari Kamis atas permintaan AS di Selat Gibraltar.

BacaTehran Panggil Dubes Inggris Setelah Sita Kapal Tanker Iran

Pada hari itu, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil duta besar Inggris untuk mengekspresikan protes kerasnya atas langkah tersebut.

Di Kementerian Luar Negeri, Rob Macaire diberitahu bahwa langkah Marinir Kerajaan Inggris sama dengan “bajak laut”, dan Inggris harus segera melepaskan kapal tanker tersebut.

Republik Islam Iran akan menggunakan semua kapasitas politik dan hukumnya untuk menjamin pelepasan kapal dan menegakkan hak-haknya.

Baca: Arab Saudi Sandera Kapal Tanker Iran

Spanyol, yang menantang kepemilikan Inggris atas Gibraltar, mengatakan tindakan itu dipicu oleh permintaan AS ke Inggris dan tampaknya telah terjadi di perairan Spanyol.

Para ahli percaya bahwa tindakan yang diambil oleh pemerintah Inggris dalam merebut kapal tanker Iran adalah ilegal dan dapat memiliki konsekuensi serius bagi pemerintah di London.

AS telah berjanji untuk mengurangi ekspor minyak Iran menjadi “nol” sebagai bagian dari sanksi yang diberlakukan kembali setelah meninggalkan kesepakatan nuklir multilateral dengan Iran pada tahun lalu. Penarikan Washington dari perjanjian dan pemberlakuan kembali sanksi setelah perjanjian diratifikasi dalam bentuk Resolusi 2231 Keamanan PBB. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: