NewsTicker

Wahyu Sutono Semprot Fadli Zon “Si Hebat Presiden Salesman”

Fadli Zon dan Jokowi Fadli Zon

Arrahmahnews.com, Jakarta – Pegiat medsos Wahyu Sutono “Semprot” Fadli Zon “Si Hebat Presiden Salesman”. Wahyu membandingkan hasil kerja Fadli Zon dan Jokowi sangat beda jauh.

Menurut Wahyu, ketika seorang Wakil Ketua DPR RI saudara Fadly Zon menyesali bahwa bangsa ini telah kehilangan kesempatan dipimpin oleh seorang berkualitas negarawan, bukan ‘salesman,’ amatiran, itu sejatinya bentuk curahan hati Fadly Zon yang nampak frustrasi, serta menunjukkan bila dirinya tak beretika.

Padahal sebagai seorang legislator yang nota bene berpendidikan tinggi, seharusnya dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada konstituennya, dan kepada masyarakat Indonesia pada umumnya. Namun nyatanya sebagai pihak oposan tak pernah bersikap elegan, karena yang ada hanya melontarkan kritik destruktif yang cenderung nyinyir tanpa isi, dan paling tinggi membuat sindiran sampah yang dikemas dalam bentuk puisi.

Baca: Surat Terbuka Neziten ‘Semprot’ Fadli Zon

Zon mustahil tidak tahu kualitas dan prestasi Jokowi seperti apa. Yakinlah bahwa dalam hatinya iapun bangga dengan prestasi Jokowi, terbukti iapun suka berselfie dengan Jokowi. Sebaliknya Zon pun mustahil tidak tahu kualitas dan masa lalu Prabowo. Sayangnya, di benak Zon yang ada hanyalah kekuasaan, dan bermimpi menjadi seorang menteri. Sehingga ketika sudah final pun keputusan MK, Zon belum bisa legowo dan justru makin ngelantur, seolah Jokowi hanya sekelas salesman.

Bagi para pendukung Jokowi yang berfikir bijaksana nan cerdas, tentulah semua ucapan Fadly Zon hanya akan dianggap sampah, karena percuma andai pun ditanggapi, toh tidak akan merubah habitnya yang buruk. Nyatanya walau disebut sekelas salesman dan amatiran, realitanya berkata sebaliknya. Jokowi lima kali ikut pemilu selalu menang dan menjadi rekor tersendiri di tanah air.

Sejak saat menjadi Walikota Solo, Jokowi sudah terpilih sebagai salah satu Walikota Terbaik Dunia. Begitu pun saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, masuk sebagai kandidat terbaik, hal itu karena berbagai gebrakannya, antara lain yang cukup fenomenal adalah pembenahan Waduk Pluit yang dulu dihuni 1.600 pemukim liar sehingga menjadikan waduk itu dangkal dan tak efektif membendung banjir Jakarta.

Saat itu ribuan pemukim tidak digusur secara paksa seperti gubernur-gubernur sebelumnya. Melainkan direlokasi ke sejumlah rumah susun. Alhasil perpindahan itu tak menimbulkan gejolak. Bahkan, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sempat terkejut karena Jokowi bisa merubah tempat yang dulu kumuh menjadi waduk yang asri dan menjadi taman kota yang sehat bagi anak-anak.

Baca: Eko Kuntadhi: Jokowi Presiden Orang Biasa

Tidak hanya sampai disitu. Jokowi pun berhasil membujuk ratusan pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang yang sebelumnya jualan di tepi jalan hingga membuat macet untuk pindah. Jokowi pun berhasil memindahkan PKL tanpa kekerasan ke Blok G. Di sana para PKL diberi tempat yang layak dan uang sewa yang murah. Kebijakan itu kemudian dilanjutkan oleh Basuki Tjahaja Purnama dengan sangat baik.

Banyak hal yang bisa diperlihatkan bagi yang mau menyimak tentang prestasi Jokowi di DKI Jakarta. Dari mulai gaya Jokowi blusukan hingga keterbukaan dalam sistem pemerintahannya. Namun yang paling banyak disorot adalah program Penataan Kampung, Penataan Pasar, Pembuatan Rumah Susun, dan tentulah program unggulan lainnya, seperti moda transportasi massal MRT dan LRT.

Kini saat menjadi presiden untuk yang kedua kalinya, Jokowi mendapat banyak pujian dunia, lalu terpilih sebagai salah satu pemimpin muslim berpengaruh, dan masih tercatat sebagai presiden yang paling populer di dunia, mengalahkan Presiden Amerika dan Rusia. Hal itu karena dunia melihatnya secara obyektif dan realistis, dus bukan melalui hoax-hoax yang hanya menyesatkan masyarakat.

Baca: Politik Cerdas Jokowi Amankan NKRI

Lalu apa saja kiprah Jokowi selama ini? Rasanya bila dipaparkan, tentulah butuh berlembar-lembar, dan pasti masyarakat pun sudah lebih tahu, kecuali para kaum pendengkinya yang pura-pura tuli. Mungkin yang terdekat akan meresmikan Stadion Papua Bangkit yang telah rampung 100%, dan siap digunakan untuk PON 2020 Papua. Stadion ini menjadi salah satu stadion international tercantik dan termegah di Asia.

“Pertanyaannya sekarang adalah, untuk Fadly Zon sendiri apa prestasinya, serta apa kontribusi nyata yang sudah diberikan kepada bangsa dan negara ini selain membuat puisi. Lalu definisi negarawan dan salesman bagi Fadly Zon itu yang seperti apa?”.

Baca: Jokowi Pemimpin ‘NDESO’ yang Cerdas, Sederhana dan Merakyat

Karena yang namanya negarawan itu adalah orang yang ahli dalam mengelola dan menjalankan pemerintahan. Negarawan pun lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negaranya, serta menomorduakan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Ia juga selalu menghargai pihak lawannya, serta saat memenangkan kontestasi ia tak jumawa, sebaliknya ketika kalah ia tetap berbesar jiwa.

Sedangkan yang dimaksud salesman, merupakan salah satu pelaku pemasaran, atau orang yang melakukan pemasaran, penjualan, penawaran, dan distribusi terhadap suatu produk kepada konsumen. Tapi itu pun tidak masalah, karena nyatanya Jokowi berhasil memasarkan Indonesia menjadi negara yang disegani dunia, dan tak sedikit negara lain yang kini ingin belajar hal-hal tertentu ke Indonesia. Selain itu berhasil meningkatkan kunjungan wisata, investasi asing, dan lain sebagainya. Kerja.. kerja.. kerja.. bukan nyinyir amatiran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: