News Ticker

Sri Mulyani Depan CPNS: Jika Kalian Tak Cocok dengan NKRI Keluar Sekarang

Menkeu Sri Mulyani #SriMulyani

Arrahmahnews.com, Jakarta – Pembersihan penganut paham radikal. Disampaikan dengan tegas oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, sikap anti kepemimpinan yang eksklusif yang hanya mementingkan diri sendiri atau kelompokknya, termasuk penyuara kebencian terhadap perbedaan. Tak seharusnya mereka ada di Departemen Keuangan. Tak ada maaf buat mereka dan kelompok yang menjadi racun bagi negara. #SriMulyani

“Tanya pada diri Anda sendiri, kalau kalian percaya dan setuju dengan NKRI, dan bahkan sudah menyediakan diri menjadi alat NKRI, kalian bisa tetap disini. Tapi kalau kalian merasa tidak cocok, lebih baik keluar dari sekarang,” tutur Sri Mulyani

Ketika memberi arahan kepada pejabat eselon 2 dan eselon 3 di Kementerian Keuangan pada bulan Juni 2019, Sri Mulyani dengan tegas terhadap bawahannya yang ikut menyuarakan kebencian.

Baca: Eko Kuntadhi: Sri Mulyani Kibarkan Bendera Perang Lawan ASN Eksklusif

Dan hal itu ditekankan lagi oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan arahan dalam Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Keuangan. Dalam pengantarnya, Sri Mulyani menyampaikan pesan khusus.

Baca: Menkeu Sri Mulyani Akan Terus Kejar Utang Lapindo, Ancam Sita Aset

“Kalian secara sukarela, secara sadar sebagai mahluk dewasa sudah menyediakan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut memperjuangkan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu dengan sendirinya ASN itu adalah penegak dan perekat bangsa Indonesia,” ungkap Sri Mulyani seperti dikutip dari akun Instagramnya, Kamis (01/08/2019), seperti dilansir CnbcIndonesia.

View this post on Instagram

Kalian secara sukarela, secara sadar sebagai mahluk dewasa sudah menyediakan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut memperjuangkan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu dengan sendirinya ASN itu adalah penegak dan perekat bangsa Indonesia. Saat ini ada kelompok masyarakat yang menganggap mereka tidak satu ide dengan tujuan NKRI. Hal itu berarti berbeda dengan tujuan awal negara ini didirikan yaitu untuk mencapai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tanya pada diri Anda sendiri, kalau kalian percaya dan setuju dengan NKRI, dan bahkan sudah menyediakan diri menjadi alat NKRI, kalian bisa tetap di sini. Tapi kalau kalian merasa tidak cocok, lebih baik keluar dari sekarang. Jakarta, 30 Juli 2019 Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kemenkeu RI

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

“Saat ini ada kelompok masyarakat yang menganggap mereka tidak satu ide dengan tujuan NKRI. Hal itu berarti berbeda dengan tujuan awal negara ini didirikan yaitu untuk mencapai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.

Sri Mulyani pun berpesan di depan para CPNS tersebut untuk tetap menjadi bagian dari NKRI dan tidak berkubu-kubu.

Baca: Ganjar Pranowo Usulkan ASN yang Terpapar Paham Radikal Segera Dipecat

“Tanya pada diri Anda sendiri, kalau kalian percaya dan setuju dengan NKRI, dan bahkan sudah menyediakan diri menjadi alat NKRI, kalian bisa tetap disini. Tapi kalau kalian merasa tidak cocok, lebih baik keluar dari sekarang,” tutur Sri Mulyani.

CPNS Kementerian Keuangan Tahun 2019 memang diberikan bekal untuk mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) untuk memiliki sikap, karakter, dan nilai kepribadian Aparatur Sipil Negara yang profesional sebagai alat untuk mencapai tujuan negara Indonesia.

“ASN Kemenkeu harus memiliki sikap, karakter, dan nilai kepribadian yang dia sadar sesadar-sadarnya bahwa kalian adalah bagian dari Aparatur Sipil Negara. Maka, kita melatih kalian dan mengingatkan kembali kepada tujuan kalian berada disini bahwa kalian adalah bagian dari negara Republik Indonesia dan kalian adalah alat untuk mencapai tujuan negara,” ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengingatkan kepada para CPNS tentang tugas penting yang akan mereka emban nanti.

Ia mengatakan bahwa Kementerian Keuangan adalah Bendahara Umum Negara yang fungsinya adalah mengelola pemasukan, pengeluaran serta sekaligus kekayaan negara. Maka hal tersebut harus ditunjang dengan para ASN yang berkualitas yang ada di dalamnya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: