NewsTicker

Rudal Israel Hantam Sebuah Desa di Provinsi Quneitra

SURIAH – Militer Israel menembakkan sebuah rudal ke sebuah desa di provinsi Quneitra, barat daya Suriah, dekat perbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa proyektil menghantam desa kecil Tal Bariqa, dan serangan itu tidak meninggalkan korban.

Laporan itu menambahkan bahwa serangan rudal hanya menyebabkan kerusakan material.

Militer Israel tidak mengomentari laporan itu. Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang bermarkas di London, melaporkan bahwa pasukan yang setia kepada pemerintah hadir di daerah serangan, meskipun tidak melaporkan adanya korban.

Provinsi Quneitra termasuk Dataran Tinggi Golan, yang sebagian besar telah diduduki dan dianeksasi oleh Israel, meskipun ada protes internasional terhadap rezim Tel Aviv.

BacaVIDEO Luar Biasa dari Operasi Tentara Suriah dalam Merebut Tal Malah dari Teroris.

Israel telah melakukan ratusan serangan udara ke Suriah, termasuk di Dataran Tinggi Golan, sebagian besar darinya terhadap posisi pasukan pro-Suriah.

TV al-Ikhbariyah yang dikelola pemerintah mengatakan dalam sebuah newsflash pada 24 Juni, bahwa beberapa warga sipil telah kehilangan nyawa dan luka-luka, ketika jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke daerah strategis di provinsi barat daya Suriah, Dara’a.

Laporan itu menambahkan bahwa serangan udara diarahkan ke Tel Haraa, yang menghadap ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Tel Haraa selama bertahun-tahun merupakan pos terdepan radar militer Rusia. Pasukan pemerintah Suriah berhasil membangun kendali penuh atas area strategis pada tahun lalu.

Suriah telah meminta PBB untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan tindakan agresi militer berulang-ulang Israel terhadap negaranya.

Pada 2 Juli, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mendesak tindakan PBB terhadap Israel setelah pesawat tempur Israel menembakkan rudal ke daerah-daerah di ibukota, Damaskus, dan pedesaannya serta provinsi pusat Homs pada pukul 12.35 waktu setempat dari wilayah udara Lebanon.

Empat orang, termasuk seorang bayi terbunuh dan 21 lainnya terluka, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, dalam serangan itu.

Dalam dua surat yang identik dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan ketua Dewan Keamanan PBB, kementerian itu mengecam serangan udara sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap Resolusi 350 DK PBB 1974 tentang pelepasan pasukan antara kedua belah pihak.

Disebutkan bahwa serangan itu bertujuan untuk memperpanjang krisis di Suriah.

Tel Aviv tidak akan mampu melanjutkan dengan “pendekatan permusuhan yang berbahaya” jika bukan karena “dukungan tak tergoyahkan” pemerintah AS serta “kekebalan dari hukum” yang diberikan oleh Washington dan anggota Dewan Keamanan tertentu. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: