NewsTicker

New York Times: Koalisi Maritim AS Lawan Iran Ditolak Sekutu-sekutunya

USS Abraham Lincoln Koalisi Maritim AS

Arrahmahnews.com, Amerika Serikat – Permintaan AS untuk menciptakan “koalisi” melawan Iran di Teluk Persia disambut dengan keheningan atau penolakan, termasuk jawaban “tidak” yang terang-terangan dari Jerman. New York Times melaporkan hal ini pada Jum’at (02/08).

Amerika Serikat dan Inggris telah meminta dukungan dari sekutu-sekutu Asia dan Eropa untuk memojokkan Iran di Selat Hormuz, jalan lintas vital bagi pasokan minyak global.

Pemerintahan Trump sebelumnya sesumbar akan untuk menurunkan ekspor minyak vital Iran ke nol, tetapi pengiriman oleh Iran terus menjangkau para pelanggan utama mereka, terutama di Asia.

Baca: Rusia: Koalisi Maritim adalah Dalih AS untuk Lebih Tekan Iran

Ketegangan di Teluk Persia berkobar setelah serangkaian serangan misterius menimpa tanker minyak, menyusul penyebaran AS atas kelompok angkatan laut baru dan pembom B-52 ke wilayah itu di tengah klaim ancaman Iran yang tidak jelas.

Inggris memanaskan situasi dengan merebut supertanker minyak Iran dari Gibraltar atas permintaan AS, menurut pejabat setempat. Iran merespons dengan menahan sebuah kapal tanker minyak berbendera Inggris di Teluk Persia.

Namun, New York Times melaporkan bahwa banyak pemimpin Eropa lainnya berusaha menjaga jarak dari Presiden Donald Trump dan kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran agar tidak dilihat sebagai mereka mendukung kebijakan itu.

Baca: Jerman Resmi Tolak Gabung Koalisi Maritim AS

Surat kabar itu menyebut AS sedang mencoba mengiklankan bahwa kampanye mereka menciptakan Koalisi Maritim adalah upaya untuk mengamankan Teluk Persia, tetapi “Eropa berpendapat bahwa Washington adalah pihak pertama yang menciptakan masalah dengan mencoba untuk membunuh ekspor minyak Iran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan lalu meminta Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, Korea Selatan, Australia dan negara-negara lain meminta mereka untuk bergabung dengan pasukan maritim yang akan berpatroli di Selat Hormuz.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa negaranya tidak akan bergabung dengan Amerika. Surat kabar Spanyol El Confidencial, mengutip sumber diplomatik yang memiliki informasi dalam hal ini, juga mengatakan bahwa Madrid “tidak berniat ikut serta dalam misi yang dipimpin AS di Hormuz”.

Baca: Setelah Jepang, Rusia Suarakan Penolakan Koalisi Maritim Internasional Buatan AS

Prancis, Italia, dan Swedia juga tidak menanggapi saran Inggris tentang pasukan pengawal Eropa, terpisah dari Amerika, bahkan setelah Iran merebut kapal tanker berbendera Inggris.

Pada hari Jumat, surat kabar Mainichi Jepang mengutip sumber-sumber pemerintah yang tidak dikenal mengatakan bahwa Tokyo telah memutuskan untuk tidak mengerahkan kapal perang ke Teluk Persia.

Sebagai sekutu kunci Asia dan kekuatan angkatan laut regional utama, Washington berkeinginan agar Jepang memainkan peran utama dalam kekuatan maritim yang diusulkannya.

Pemerintah Jepang kemungkinan akan menghadapi pertentangan di dalam negeri atas usaha militer apa pun yang dapat membahayakan Pasukan Bela Diri atau mengancam kesejahteraan orang Jepang yang tinggal di Iran.

“Penolakan-penolakan itu menggarisbawahi kebijakan yang berbeda terhadap Iran dan memperparah ketidakpercayaan dan kebencian di kedua sisi,” kata New York Times.

“Pemerintahan Trump telah menempatkan kami dalam situasi di mana semua orang berbicara tentang risiko perang, meningkatnya eskalasi,” ujar Volker Perthes, direktur Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan di Berlin.

“KamI tidak akan melakukan apa pun yang tidak mengarah kesana. Koalisi yang kelihatannya diarahkan melawan Iran tidak akan mengurangi ketegangan, ”kata seorang penasihat Kemenhan Prancis. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: