NewsTicker

Ulama Saudi Tewas Karena Kelalaian Medis di Penjara Saudi

Sheikh Saleh Abdulaziz Sheikh Saleh Abdulaziz

Arrahmahnews.com, Arab Saudi – Seorang ulama Saudi dilaporkan meninggal karena komplikasi kesehatan yang diderita selama di penjara kerajaan. Sheikh Saleh Abdulaziz al-Dumairi mengalami tindak kekerasan selama berada dalam penjara yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman terhadap para pegiat pro-demokrasi, para pengkhotbah dan kaum intelektual.

Kelompok hak asasi manusia Prisoners of Conscience, yang merupakan organisasi non-pemerintah berupaya mempromosikan hak asasi manusia di Arab Saudi, mengumumkan dalam sebuah pos di halaman Twitter resminya bahwa Sheikh Saleh Abdulaziz al-Dumairi meninggal di penjara Tarfiya, kota pusat Buraydah, pada hari Sabtu.

Dumairi tampaknya menderita masalah jantung, dan ditahan di sel isolasi.

Ulama yang disebut sebagai pembangkang ini telah ditahan pada beberapa kesempatan karena aktivisme politiknya, dan dukungan untuk kebebasan berpendapat.

Baca: Disuntik Racun di Penjara Bin Salman, Ulama Saudi ini Alami Mati Otak

BacaAmnesty International Desak Saudi Segera Bebaskan Sheikh Al-Awdah

Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah Amnesty International menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat ulama terkemuka Sheikh Salman al-Awdah.

“Sidang Sheikh Salman al-Awdah telah ditunda setelah satu tahun dari beberapa penundaan. Kami terus menuntut pemerintah Saudi untuk segera membebaskan Sheikh dan tanpa syarat, membatalkan semua tuduhan terhadapnya, dan menghormati standar hak asasi manusia internasional dalam persidangannya,” kata organisasi yang bermarkas di London itu dalam postingan yang dipublikasikan di halaman Twitter-nya.

Pada 28 Juli, Pengadilan Kriminal Khusus Arab Saudi menunda sidang dalam kasus melawan Sheikh Awdah hingga Desember di tengah meningkatnya kekhawatiran ia akan dijatuhi hukuman mati.

Surat kabar Okaz melaporkan pada 4 September 2018, bahwa jaksa penuntut umum Saudi telah melakukan 37 tuduhan terhadap Awdah, bahkan menuntut eksekusinya.

Pemerintah Saudi menahan cendekiawan Muslim terkemuka pada 7 September tahun lalu dan telah menahannya di sel isolasi tanpa tuduhan atau pengadilan sejak itu. Para pejabat telah memberlakukan larangan perjalanan pada anggota keluarganya.

Seorang anggota keluarga mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa ulama terkemuka ditahan atas penolakannya untuk mematuhi perintah oleh otoritas Saudi untuk men-tweet teks tertentu mengenai dukungan blokade Qatar yang dipimpin Saudi.

Arab Saudi belakangan ini meningkatkan penangkapan yang bermotif politik, penuntutan, dan penghukuman terhadap penulis damai dan aktivis hak asasi manusia.

Selama beberapa tahun terakhir, Riyadh juga telah mendefinisikan kembali undang-undang anti-terorisme untuk menargetkan aktivisme. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: