News Ticker

WOW! Brigade Muslim Indonesia Sita Buku-buku Karl Max di Gramedia Trans Studio Mal Makassar

Brigade Muslim Indonesia Sweeping

Arrahmahnews.com, Makassar – Beberepa orang sebagian berjenggot dan berbadan tegap yang menyatakan sebagai Brigade Muslim Indonesia mensweping dan menyita puluhan buku tentang Karl Marx di salah satu toko buku yang ada di Trans Studio Mal Makassar. Tak sepantasnya mereka melakukan hal itu karena bukan ranah mereka untuk melakukan penyitaan.

Aksi sweeping buku di toko Gramedia, Kecamatan Tamalate, Makassar dikabarkan berlangsung Sabtu 3 Agustus 2018 itu mendapat komentar simpatik dari sejumlah akun medsos.

Baca: Pernyataan Grand Syaikh Al-Azhar Soal Pancasila Bikin HTI dan Wahabi Kebakaran Jenggot

Akun Instagrama tanah.merdeka berkomentar di akun intagramnya ”Organisasi yang menamai diri mereka BRIGADE MUSLIM INDONESIA, pada 03 Agustus 2019 mendatangi toko buku terbesar di Indonesia yaitu Gramedia. Mereka menyisir buku2 layaknya badan sensor, kemudian membawa beberapa buku yang dituding mengajarkan Marxisme & Leninisme untuk tidak dijual di Gramedia lagi.

Ini benar-benar preseden buruk bagi nalar kritis dan demokrasi Indonesia. Ada kelompok masyarakat yang memerankan diri seolah memiliki wewenang untuk mengatur apa yang layak dibaca dan apa yang tidak boleh dibaca masyarakat. Melarang buku, berarti melarang orang mendapatkan ilmu pengetahuan = melarang orang menjadi cerdas.

Baca: Rudi S. Kamri: Dahsyatnya Ideologi Radikal Hancurkan Indonesia dan Pancasila

Bagaimana pendapat kawan-kawan? Kemarin lapak baca yang bukunya disita oleh aparat, sekarang kelompok masy yang melarang peredaran buku”.

View this post on Instagram

Organisasi yang menamai diri mereka BRIGADE MUSLIM INDONESIA, pada 03 Agustus 2019 mendatangi toko buku terbesar di Indonesia yaitu Gramedia. Mereka menyisir buku2 layaknya badan sensor, kemudian membawa beberapa buku yang dituding mengajarkan Marxisme & Leninisme untuk tidak dijual di Gramedia lagi. Ini benar-benar preseden buruk bagi nalar kritis dan demokrasi Indonesia. Ada kelompok masyarakat yang memerankan diri seolah memiliki wewenang untuk mengatur apa yang layak dibaca dan apa yang tidak boleh dibaca masyarakat. Melarang buku, berarti melarang orang mendapatkan ilmu pengetahuan = melarang orang menjadi cerdas. Bagaimana pendapat kawan-kawan? Kemarin lapak baca yang bukunya disita oleh aparat, sekarang kelompok masy yang melarang peredaran buku.

A post shared by Media Tanah Merdeka (@tanah.merdeka) on

“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Turut berduka cita atas matinya minat baca para orang-orang yang ada di Brigade Muslim Indonesia,” ucap netizen yang menggunakan akun instagram bernama @odooong tersebut.

Puluhan buku karya Franz MagnisSuseno itu menuliskan tentang pemikiran revolusioner asal Jerman tersebut. Penyitaan itu dibagikan sebuah akun Instagram @ruslan_sikki, kemarin.

Dalam postingannya, Ruslan menuliskan jika mereka melakukan razia buku yang berisi paham MARXISM (Komunis)

Brigade Muslim Indonesia menyita puluhan buku tentang Karl Marx di salah satu toko buku yang ada di Trans Studio Mal Makassar. ((IG @ruslan_sikki))

Razia itu dipimpin Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI).

“Hari ini kami berada di Trans Studi Makassar untuk melakukan pencarian buku-buku tentang paham Marxisme. Jadi kami menganggap penjualan buku ini adalah bagian dari penyebaran dari paham tersebut. Yang sebebarnya telah dilarang pemerintah. Dah Alhamdulillah kita sudah kerjasama dengan pihak Gramedia untuk mengembalikan buku-buku ini ke percetakannya. Jadi kita sepakat bahwa Makassar harus bebas dari paham-paham Marxisme,” ujarnya

Brigade Muslim Indonesia menyita puluhan buku tentang Karl Marx di salah satu toko buku yang ada di Trans Studio Mal Makassar. (IG @ruslan_sikki)

 Buku Pemikiran Karl Marx ini berisikan tentang paham Marxisme.

Dalam buku ini, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, SJ menjelaskan pokok-pokok pemikiran Marx secara objektif dan kritis.

Baca: Wahabi, HTI dan Kelompok Radikal Kompak Hancurkan Pancasila dan NU

Setelah mengemukakan bentuk-bentuk sosialisme “utopis” yang mendahului Marx, ia kemudian menelusuri perkembangan dalam pemikiran Marx: dari paham Marx muda tentang peran filsafat kritis dan keterasingan manusia sampai terbentuknya teori tentang hukum-hukum yang mendasari perubahan masyarakat dan kritik terhadap kapitalisme.

Selanjutnya, ia menggariskan kembali bagaimana ajaran Marx menjadi “Marxisme”, ideologi perjuangan kaum buruh, serta memperkenalkan aliran-aliran terpenting dalam Marxisme.

Siapapun yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya diajarkan oleh Marx serta membentuk penilaian kritis sendiri tentangnya akan sangat terbantu oleh buku ini, tanpa terjebak oleh jargon-jargon yang serta-merta mengutuk maupun memuji Marxisme, yang sebenarnya hanya untuk menyelamatkan kepentingan-kepentingan sempit tertentu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: