NewsTicker

AS-Korsel Tetap Gelar Latihan Militer Bersama Meski Diprotes Korut

Latihan bersama AS-Korsel Latihan bersama AS-Korsel

Arrahmahnews.com, Korsel – Amerika Serikat dan Korea Selatan telah memulai latihan militer bersama pada hari Senin (05/08). Latihan itu dilakukan di tengah ketegangan dengan Korea Utara, yang telah mengkritik manuver tersebut. Latihan berlangsung selama perjalanan Kepala baru Pentagon, Mark Espers, yang kemungkinan akan menekan Korea Selatan pada beberapa masalah aliansi.

AS dan Korea Selatan memulai lebih dari dua minggu latihan militer bersama itu pada Hari Senin, dengan para pejabat Korea Selatan mengadopsi pendekatan kunci untuk latihan tersebut.

Baca: Diancam Korut, Korsel Bersikukuh Langsungkan Latihan Militer Gabungan Bersama AS

Latihan militer bersama antara AS dan Korea Selatan yang semula direncanakan dalam skala besar itu telah dikurangi dan diganti namanya dengan harapan mendorong negosiasi dengan Korea Utara mengenai denuklirisasi.

Sementara, Korea Utara masih memandang latihan semacam itu sebagai latihan untuk invasi, serta menentang pengadaan sistem senjata berteknologi tinggi yang mahal dari AS oleh Korea Selatan. Pyongyang mengatakan latihan dan persenjataan itu mengancam pembicaraan baru dengan AS mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea.

Latihan gabungan Korea Selatan AS juga akan menguji kemampuan Seoul untuk mengambil komando dan kontrol jika terjadi perang. Aliansi AS-Korea Selatan sedang mengalami penyesuaian.

Baca: Korut Geram Korsel Beli F-35 AS, Ancam Kembangkan Senjata Khusus

Ketua Pentagon baru, Mark Esper, mengunjungi Seoul untuk pembicaraan minggu ini. Beberapa agendanya kemungkinan akan mencakup permintaan AS kepada Korea Selatan untuk secara signifikan menampung lebih banyak pasukan AS, denuklirisasi Korea Utara, dan permintaan potensial untuk angkatan laut Korea Selatan berpartisipasi dalam patroli AS di Selat Hormuz yang strategis dekat Teluk Persia.

Sekretaris Esper juga mengatakan minggu ini ia lebih memilih menempatkan rudal jarak menengah di Asia sesegera mungkin. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: