News Ticker

Romo Magnis ‘Semprot’ Perazia Buku Marxisme di Makassar: Ini Tanda Kebodohan Besar

  • Zarif, Menlu Iran
  • Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
Romo Magnis Romo Magnis

Arrahmahnews.com, Jakarta – Dari sejumlah yang dirazia oleh Brigade Muslim Indonesia (BMI) di Makassar, ada buku-buku karya Romo Franz Magnis-Suseno yang ikut kena razia. Franz Magnis tak acuh dengan peristiwa itu karena itu bukan hal baru baginya.

“Jadi itu bagi saya adalah tanda kebodohan besar, kebodohan yang tidak ada batasnya,” kata Magnis seperti dikutip detikcom, Selasa (6/8/2019).

Dia menyatakan bukunya bukanlah berisi anjuran agar pembaca menganut Marxisme, Marxisme-Leninisme (Komunisme). Justru bukunya itu merupakan kritik terhadap paham itu. Magnis justru mempersilakan semua pihak membacanya supaya tahu isi buku tersebut.

“Silakan dibaca saja,” kata Magnis.

BMI yang melakukan razia itu menyebut buku karya Magnis menyebarkan ajaran Karl Marx setelah membaca sinopsis buku. Mereka tidak membaca isi buku itu terlebih dahulu sebelum menyatakan karya Magnis itu bermuatan penyebaran ajaran Marxisme atau Komunisme, soalnya bukunya disegel.

Baca: Dirazia Brigade Muslim Indonesia, Buku Romo Magnis Justru Kritik Marxisme

Buku Magnis yang terkemuka tentang Marxisme dan ideologi kiri adalah ‘Pemikiran Karl Marx: dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme’, ‘Dalam Bayang-bayang Lenin: Enam Pemikiran Marxisme dari Lenin sampai Tan Malaka’, dan ‘Dari Mao ke Marcuse: Percikan Filsafat Marxis Pasca-Lenin’. Ditegaskan Magnis, buku itu bukan menyebarkan paham Marxisme, Leninisme, Komunisme, atau Maoisme. Justru Magnis mengkritik ideologi itu.

“Kritis sekali, sangat kritis,” ucap Magnis.

Baca: Abu Nawas: Aksi Sweeping Buku di Makasar Brigade Muslim Indonesia Tindakan Intoleran

Namun penyabet gelar Doktor lulusan Universitas München dengan tesis pemikiran Marx muda ini tak peduli. Baginya, peristiwa razia buku kiri itu bukanlah hal baru. Dia mengaku sudah mengalami hal semacam itu sejak 17 tahun yang lalu, padahal bukunya adalah tinjauan kritis terhadap ideologi-ideologi kiri tersebut.

“Saya tidak peduli. Buku-buku ini sudah lama di pasar. Yang terjadi di Makassar itu dilakukan oleh orang-orang bodoh, saya terus terang saja tidak peduli,” kata Magnis.

Baca: WOW! BMI Sita Buku-buku Karl Max di Gramedia Trans Studio Mal Makassar

Kata polisi, razia itu tidak disertai dengan penyitaan buku. Razia itu hanya berujung pada imbauan agar Gramedia selaku toko buku yang dirazia tidak menjual buku-buku tentang ideologi kiri tersebut. Gramedia-pun setuju dan akhirnya menyimpan buku-buku itu ke gudang. Magnis memaklumi hal ini.

“Orang melihat gambar Lenin mengira itu penyebaran Leninisme, orang melihat gambar Marx mengira itu penyebaran Marxisme. Saya bisa mengerti bahwa Gramedia harus memperhatikan orang-orang seperti itu. Kita hidup di dalam masyarakat di mana memang ada orang-orang bodoh,” kata Magnis. Sampul buku karya Magnis yang kena razia itu memang bergambar wajah Marx dan Lenin. (ARN)

Iklan
  • Ciri-ciri Khawarij dan Teroris
  • Niluh Djelantik Kritik Dewan Buleleng
  • Bung Karno Sungkem
  • Kerusuhan 22 Mei
  • Jokowi
  • HTI Ormas Antek Asing
  • Orasi Kerakyatan Khofifah 'Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur'
  • Ustadz Arifin Ilham

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: