News Ticker

Viral Baliho Rabbani Soal Korban! Awas Bahaya Agama Jadi Kedok Kapitalis Bisnis

Baliho Rabbani Baliho Rabbani

Arrahmahnews.com, Jakarta – Tokoh Agama dan pegiat medsos Abdulloh Faizin menulis tentang “BAHAYA AGAMA SEBAGAI KEDOK KAPITALIS BISNIS”, tulisan ini didasari oleh sebuah baliho yang terpajang entah di daerah mana yang jelas sudah viral “KORBAN tu ga wajib, yg wajib itu BERHIJAB” di dalam baliho itu terdapat logo dan nama merk terkenal Rabbani.

Waspada bisnis “Agama” semakin marak dilakukan oleh orang-orang yang memanfaatkan agama untuk menjual barang dagangannya. Agama dijadikan alat mengais keuntungan

Karl Marx dan Max Weber “Menyatakan bahwa Agama memberi legitimasi atas kapitalisme”.

Apakah dua tokoh tersebut yang menjadi madzhab mereka untuk mengkapitalisai dan mengkerdilkan agama sebagai komoditas dan tunggangan kapitalisme serta menjadikan kesakralan agama sebagai kedok bisnisnya? Padahal mereka getol kembali ke Quran dan sunnah. mereka telah menjilat ludahnya sendiri.

Baca: Opini: Berapa Banyak Dosa yang Diperbuat Atas Nama Agama?

Mari kita lihat banner pamflet busana muslim mereka!” mulai dari Jilbab gamis pasta gigi dan produk yang atas nama syar’i dengan istilah syar’i itu dipajang di sudut sudut strategis pemandangan kota. Jika tujuan pemajangan hanya sebagai iklan dan pemasaran itu sah sah saja. Namun yang paling berbahaya adalah menyentuh menggiring melakukan framing framing pemaksaan membeli berdasarkan kedok agama.

Mari kita analisa poster yang terpampang dibawah yang bertuliskan “KORBAN tu ga wajib, yg wajib itu BERHIJAB” di dalam baliho itu terdapat logo dan nama merk terkenal RB.

Itu artinya mencoba mempermainkan agama menjadi alat menggiring membeli produk itu mewajibkan membeli, padahal membeli tidak wajib, yang wajib itu menutupi aurat, dengan apa saja bukan hanya jilbab lagi lagi kita dijebak dengan penipuan kata-kata wajib agar membelinya. Kemudian apa hubungannya dengan melaksanakan Qurban, jauh dari panggang! Qurban juga ada yang wajib dan itu hak pribadi kenapa harus dipaksa memilih, konyol itu namanya.

Baca: Siapakah Sebenarnya Penjual Agama?

Kita dikarunia akal dah hati bisakah kita menjadi cermat dan cerdas sedikit tentang fenomena konten poster itu! “karena jika persoalan itu dibiarkan dan penjahat-penjahat agama itu akan terus melakukan dan akan terus melakukan aksi bejatnya maka kita akan tercambuk dengan ucapan seorang Ulama besar ad Daqoq” barang siapa yang diam dengan kemaksiatan maka kita adalah syaithonun akhros “setan bisu” Naudzubillah.

Oleh karena itu melawan mereka yang suka menggunakan dalil-dalil dan ayat agama untuk keperluan bisnis adalah wajib karena mereka yang menghancurkan nilai kesakralan agama. Narasi mereka harus diluruskan jika tidak berubah kita lawan kita hentikan. Karena Nabi dan sahabat serta para ulama dahulu tidak pernah mengajarkan demikian.

Baca: Dina Sulaeman: Waspadai Bisnis Penggulingan ‘Rezim’

THE DARK AND BLOODY SIDE OF KHILAFAH

“Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah kebatilan dengan agama”, Ibnu Rusd. Mohon maaf para blantik rizkimu mau digondol oleh begundal syar’i itu! (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: