News Ticker

Pencabutan Status Khusus Kasmir oleh India Berbuntut Kekacauan di Pakistan hingga China

Konflik India-Pakistan Konflik India-Pakistan

Arrahmahnews.com, Kashmir – Kekacauan pasca India memutuskan untuk mencabut status khusus Jammu dan Kashmir sebagai wilayah yang disengketakan terus berlanjut.

Protes di Pakistan atas putusan New Delhi yang secara resmi mencaplok wilayah Jammu dan Kashmir ke dalam federasi India tak juga mereda. Protes sudah memasuki hari kedua berturut-turut di seluruh Pakistan menuntut Dewan Keamanan PBB untuk menegakkan resolusi 22 yang mengikat Islamabad dan New Delhi untuk mengadakan plebisit di wilayah Kashmir yang disengketakan di bawah kendali mereka.

Ada pertemuan darurat tingkat tinggi satu demi satu untuk memutuskan bagaimana menanggapi pencaplokan Jammu dan Kashmir oleh India. Komandan militer utama Pakistan setelah musyawarah selama berjam-jam mengatakan bahwa angkatan bersenjata mereka sepenuhnya siap untuk melakukan apa saja untuk membantu orang-orang di wilayah Kashmir yang disengketakan.

Baca: India Cabut Status Otonomi Khusus Wilayah Kashmir

Begitu juga dengan sesi darurat dari kedua Gedung Parlemen negara. Perdana Menteri Imran Khan khawatir bahwa orang-orang Kashmir yang brutal dapat melakukan serangan militan seperti pada awal tahun ini sebagai pembalasan atas apa yang ia sebut penindasan yang dilakukan oleh tentara India terhadap penduduk sipil.

China juga mendesak India untuk berhati-hati dalam masalah perbatasan karena keputusan India juga bisa merusak kedaulatan wilayah China.

Tetapi India membenarkan pencaplokannya atas Kashmir, dengan mengatakan wilayah itu merupakan bagian integral dari federasi India.

Baca: Bentrokan Pecah antara Pihak Keamanan dan Jamaah Sholat Id di Kashmir

Wilayah Kashmir yang disengketakan saat ini hampir terputus dari seluruh dunia. Hampir 900.000 personel tentara dan pasukan paramiliter India memberlakukan jam malam dan memblokir jalan-jalan. Koneksi internet juga terputus untuk mencegah pembalasan luas atas aneksasi wilayah yang disengketakan dengan federasi India itu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: