Amerika

Petugasnya Gelandang Kulit Hitam di Jalanan, Kepolisian Texas Meminta Maaf

Rasisme Polisi Texas

Arrahmahnews.com, Texas – Kepolisian Texas akhirnya harus meminta maaf setelah muncul foto-foto dari dua petugas berkuda yang menggelandang seorang pria kulit hitam di jalanan yang diikat dengan seutas tali.

Donald Neely, 43, ditangkap karena dicurigai melakukan pelanggaran di sebuah gedung perkantoran di pusat kota Galveston, sebuah kota pantai berpenduduk 50.000 orang di luar Houston.

Para petugas mengikatkan tali ke borgol di belakang punggungnya, sebelum membawanya ke kantor polisi yang berjarak delapan blok jauhnya.

Baca: Polisi Amerika Tembak Mati Wanita Australia

Seorang pejalan kaki mengambil foto-foto kejadian tersebut dan mengedarkannya di media sosial, yang memicu reaksi luas terhadap departemen kepolisian. “Ini tahun 2019 dan bukan tahun 1819,” kata James Douglas, presiden cabang Houston dari Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna.

Itu adalah insiden terbaru untuk meningkatkan ketegangan atas perlakuan polisi terhadap tersangka kulit hitam. Dugaan pelecehan dan kematian dalam tahanan telah memicu kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir di AS.

Melissa Morris, seorang pengacara untuk keluarga Neely, mengatakan bahwa Neely adalah tunawisma, sakit mental, dan menderita gangguan bipolar.

Ia berkata: “Saya terkejut. Saya percaya cara mereka menanganinya adalah menjijikkan. Keluarga itu tersinggung. Keluarga itu kesal.”

Baca: Polisi Amerika Tembak Mati 400 Orang Dalam 5 Bulan Terakhir

Dalam konferensi pers Senin (05/08), Kepala Polisi Galveston Vernon Hale mengatakan bahwa teknik itu dibolehkan di beberapa kasus. Namun ia menyayangkan “penilaian” dua anggotanya. Ia mengaku tidak ada “niat jahat” dan memutuskan untuk mengubah kebijakan departemennya supaya mencegah penggunaan teknik yang sama di masa depan.

Berdasarkan rilis kepolisian, dua polisi berkuda yang diidentifikasi bernama P Brosch dan A Smith menahan pria kulit hitam Donald Neely karena perbuatan kriminal. Polisi berdalih dengan menjelaskan Neely yang dibawa ke kantor mereka tidak diikat. Melainkan hanya diborgol dengan tali itu diikatkan ke borgol.

Namun gambar itu tersebar di media sosial dengan mayoritas netizen membandingkan cara Neely digelandang ke kantor polisi mirip dengan era perbudakan.

“Kami memahami reaksi negatif yang muncul karena foto ini, dan yakin bahwa tindakan yang benar seharusnya tidak menggunakan teknik ini,” ujar kepolisian.

Hale kemudian meminta maaf kepada Neely karena “telah dipermalukan”, dan menjelaskan bahwa mereka seharusnya menunggu unit transportasi untuk menjemput.

“Kami segera mengubah kebijakan untuk mencegah insiden serupa, dan bakal meninjau pelatihan maupun prosedur pasukan berkuda soal metode yang cocok,” papar Hale. Menurut pemberitaan media setempat Houston Chronicle, Neely tidak bisa dimintai komentar meski dia dilaporkan sudah bebas setelah membayar sejumlah jaminan. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: