News Ticker

Ungkap Data Diplomatnya, AS Tuding China Berperilaku Preman

Ungkap Data Diplomatnya, AS Tuding China Berperilaku Preman Ungkap Data Diplomatnya, AS Tuding China Berperilaku Preman

Arrahmahnews.com, China AS menuduh pemerintah China Berperilaku “preman” karena mengungkap foto seorang diplomat Amerika, yang diduga bertemu dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong.

Sebuah laporan di surat kabar Hong Kong, Ta Kung Pao, mengatakan bahwa diplomat AS Julie Eadeh dari bagian politik konsulat, mengadakan pertemuan dengan anggota partai politik Demosist Hong Kong di Hong Kong.

Surat kabar itu menerbitkan foto diplomat itu ketika berbicara dengan para pemimpin mahasiswa di lobi sebuah hotel mewah, di bawah judul “Intervensi Pasukan Asing.”

Baca: Beijing Peringatkan AS dan Negara Non-Asia Tak Perburuk Sengketa Laut China Selatan

China telah lama menuduh pemerintah Barat, khususnya Washington, mencampuri urusan Hong Kong. Kota ini telah diguncang oleh agitasi selama berbulan-bulan terhadap RUU yang diusulkan untuk memungkinkan orang diekstradisi untuk diadili di daratan China.

Sementara RUU yang diusulkan telah ditangguhkan, protes terus berlanjut, membuka front baru dalam pertarungan yang meningkat antara Amerika Serikat dan China.

Pada hari Kamis, kantor Kementerian Luar Negeri China Hong Kong, memanggil pejabat senior dari Konsulat Jenderal AS disana dan mengajukan protes tegas kepada perwakilan itu atas kontak tersebut.

Baca: Pentagon Tuduh China Uji Coba Rudal di Laut China Selatan

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, membenarkan tindakan tersebut, dengan mengatakan bahwa itu adalah tugas para diplomat AS, dan mereka dari negara lain, untuk bertemu dengan orang yang berbeda, termasuk para pemimpin oposisi.

“Ini bukan hanya apa yang dilakukan diplomat Amerika. Inilah yang dilakukan diplomat negara lain,” katanya.

Ortagus juga mengklaim bahwa “membocorkan informasi pribadi, gambar, nama anak-anak diplomat Amerika itu… adalah apa yang akan dilakukan rezim yang kejam.”

Ia, bagaimanapun, tidak menyebutkan nama diplomat itu, atau menguraikan lebih lanjut tentang jenis informasi pribadi atau detail anak-anak yang diungkapkan.

Penyiar televisi resmi China, CCTV, menyebut diplomat Amerika itu sebagai “tangan hitam di belakang layar yang menciptakan kekacauan di Hong Kong.”

Mengomentari laporan itu, Li Haidong, seorang profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Hubungan Luar Negeri China di Beijing, mengatakan kepada Global Times bahwa kontak itu adalah “bukti kuat” AS berada di balik kerusuhan di Hong Kong. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: