News Ticker

Saudi dan UEA Bergerak Menuju Perang Proxy di Yaman

Saudi-UEA Bentrok di Yaman Saudi-UEA Bentrok di Yaman

Arrahmahnews.com, Yaman – Sebuah surat kabar Arab terkemuka melaporkan perkembangan terakhir di Yaman, khususnya Aden, menunjukkan bahwa Arab Saudi dan UEA sedang melangkah menuju perang proksi.

“Penarikan UEA dari Yaman tidak dikoordinasikan dengan Arab Saudi. Perang saat ini di Yaman dan wakil presiden dari Dewan Transisi Selatan, Sheikh Hani Ben Brik, menempatkan pasukannya dalam siaga penuh untuk mengusir para loyalis dari mantan presiden Mansour Hadi dari kota. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara Abu Dhabi dan Riyadh dengan cepat bergerak ke arah permusuhan dan perang proksi. UEA telah melatih 90.000 agen Yaman untuk memisahkan bagian selatan Yaman dari negara itu,” tulis al-Ray al-Youm pada hari Sabtu.

BacaYaman: Komandan Pasukan Dukungan UEA Membelot Dukung Houthi

Surat kabar itu menekankan bahwa pemerintah Saudi sekarang menghadapi opsi terbatas karena perang di Yaman telah memasuki tahap-tahap sulit, dan menegaskan bahwa posisi Riyadh akan melemah dalam setiap pembicaraan dengan Houthi jika perang semakin panjang.

“Koalisi Arab (melawan Yaman) juga akan segera runtuh,” tambahnya.

Di tengah keretakan yang melebar di koalisi militer yang dipimpin Riyadh yang melancarkan perang terhadap Yaman, menjelaskan bahwa kota pelabuhan Aden, yang menjadi pilar pemerintah dukungan koalisi, telah diguncang oleh bentrokan mematikan antara separatis yang didukung UEA dan militan yang didukung Saudi.

BacaBentrokan Milisi Dukungan UEA dan Saudi Meluas, 8 Warga Sipil Yaman Tewas jadi Korban

Menurut laporan, pertikaian pecah pada hari Rabu setelah separatis Selatan menghadiri pemakaman bagi puluhan orang, termasuk seorang komandan senior militan, yang tewas dalam serangan rudal pembalasan pekan lalu oleh gerakan Houthi Ansarullah pada parade militer.

Selama pemakaman, para pelayat meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintahan Hadi yang memproklamirkan diri dan baku tembak dengan para penjaga istana presiden di Aden, tempat Hadi seharusnya berkantor tetapi sebagian besar masih kosong karena mantan presiden itu tinggal di Riyadh.

Kedua belah pihak mengejar agenda yang berbeda untuk masa depan Yaman. Separatis menginginkan kemerdekaan dari Yaman, sementara militan lainnya berusaha untuk membawa Hadi kembali ke kekuasaan, tetapi kedua kubu bergabung dalam pertempuran yang dipimpin Saudi melawan gerakan Houthi Yaman, yang telah menjalankan urusan negara dan mempertahankan negara melawan agresi.

Pejabat lokal dan penduduk Aden mengatakan kepada Reuters bahwa bentrokan hari Rabu telah menyebabkan tiga orang tewas dan sembilan lainnya cedera.

Brik menyerukan pawai di istana Hadi untuk menggulingkan pemerintahannya.

“Orang-orang di selatan semuanya ada di jalan. Ini adalah gerakan oleh orang-orang yang tidak dapat dihentikan, kecuali dengan kejatuhan pemerintah,” kata pelayat Abdelhakim Tabaza.

Pengawal presiden Brigadir Jenderal Sanad al-Rahwa mengatakan kepada situs berita al-Masdar bahwa pasukannya telah bentrok dengan kelompok-kelompok bersenjata, yang berusaha menyerbu istana presiden dan bank sentral.

Hubungan antara pihak pro-Hadi dan militan yang disponsori UEA telah tumbuh semakin tegang atas sejumlah masalah, termasuk niat Abu Dhabi untuk menduduki Pulau Socotra Yaman dan mendapatkan dominasi atas perairan utama di wilayah tersebut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: