News Ticker

PM Pakistan Samakan India dengan Nazi

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan

Arrahmahnews.com, Paskistan – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyamakan pemerintah India dengan Nazi Jerman dan mengatakan India yang mayoritas Hindu merencanakan “genosida” terhadap orang-orang di Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim.

Perdana menteri Pakistan mengungkapkan kemarahannya di Twitter pada hari Minggu, seminggu setelah gelombang baru ketegangan meletus antara New Delhi dan Islamabad atas Kashmir, setelah India membatalkan otonomi daerah yang disengketakan dan mengambil kendali penuh atas wilayah itu.

“Jam malam, penumpasan dan genosida Kashmir yang akan datang di IoK (Kashmir yang diduduki India) sedang berlangsung persis sesuai dengan ideologi RSS yang diilhami oleh Nazi. Upaya untuk mengubah demografi Kashmir melalui pembersihan etnis. Pertanyaannya adalah: Apakah dunia akan menonton dan memenuhi tuntutan Hitler di Munich?” Kata Khan.

BacaIndia Cabut Status Otonomi Khusus Wilayah Kashmir

RSS adalah kependekan dari Rashtriya Swayamsevak Sangh, sebuah organisasi nasionalis Hindu sayap kanan yang secara luas dianggap sebagai organisasi induk dari partai yang berkuasa di India, Partai Bharatiya Janata, diwakili oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Khan mengatakan India pada akhirnya akan mengarah pada “penargetan Pakistan.”

Kashmir telah terpecah antara India dan Pakistan sejak pemisahannya pada tahun 1947. Kedua negara mengklaim semua Kashmir dan telah berperang tiga kali di wilayah tersebut.

Baca: Diambang Perang, Warga India dan Pakistan di Kashmir mulai Mengungsi

Setelah keputusan untuk membatalkan otonomi Kashmir, India mengirim ribuan pasukan tambahan ke wilayah Himalaya, dan menyatakan jam malam yang ketat, menutup layanan telekomunikasi dan internet, serta menangkap para pemimpin politik dan juru kampanye pro-kemerdekaan.

Pakistan menyebut keputusan itu “ilegal” dan telah mengusir duta besar India untuk Islamabad.

Modi mengklaim pekan lalu bahwa keputusan itu diperlukan untuk pengembangan ekonomi Kashmir dan untuk menghentikan “terorisme.” (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: