Irak: Israel Tak Boleh ada di Teluk Persia

Konflik Panas di Selat Hormuz
Konflik Panas di Selat Hormuz

Arrahmahnews.com, Baghdad – Menteri Luar Negeri Irak, Mohamed Ali al-Hakim, menyatakan penentangan negaranya terhadap kemungkinan keterlibatan rezim Israel dalam misi pimpinan AS di Teluk Persia, memperingatkan bahwa kehadiran pasukan asing, termasuk negara-negara Barat, di perlintasan air strategis itu akan memicu ketegangan.

“Irak menolak partisipasi pasukan Zionis dalam pasukan militer apapun untuk mengamankan lintasan kapal di Teluk [Persia]. Negara-negara pesisir Teluk (Persia) dapat bersama-sama mengamankan transit kapal,” tulis Hakim dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter resminya pada hari Senin (12/08).

Baca: Teheran: Keamanan Selat Hormuz Garis Merah Iran

“Irak berusaha mengurangi ketegangan di wilayah kami melalui perundingan damai,” katanya, memperingatkan bahwa “kehadiran pasukan Barat di kawasan itu akan meningkatkan ketegangan.”

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa kehadiran Israel di Teluk Persia dapat mengakibatkan perang di kawasan, dan bahwa tanggung jawab atas konsekuensi dari kehadiran ilegal semacam itu ada di Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris.

Baca: Analis: AS Gagal Total Bentuk Koalisi Maritim Lawan Iran

“Amerika Serikat dan Inggris harus memikul tanggung jawab atas keberadaan ilegal rezim Zionis di perairan Teluk Persia,” kata Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri kepada jaringan berita televisi televisi berbahasa Arab al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Minggu (11/08). (ARN)

About Arrahmahnews 30003 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.