News Ticker

SIGAP! Polda Jatim Bongkar Sindikat Pertambangan Mercury Ilegal di Sidoarjo dan Surabaya

Polda Jatim Polda Jatim

Arrahmahnews.com, Surabaya – Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar aksi kejahatan pertambangan mineral dan batubara ilegal berupa mercury di Surabaya dan Sidoarjo.

Dari pengungkapan pertambangan Mineral dan Batubara itu, Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan 5 orang tersangka. Kelima tersangka tersebut diantaranya:

  1. Saudara Andri Widjaja alias. AW, 41 tahun.
  2. Saudara Ali Bandi alias AB, 49 tahun.
  3. Saudara Ahmad Hidayat alias AMH, 35 tahun.
  4. Saudara Akhmad Salehen alias AS, 50 tahun.
  5. Saudara M. Rafiq alias MR, 35 tahun.

Modus operandi

Tersangka AW telah memperdagangkan air raksa/mercuri dan sianida secara ilegal tanpa disertai izin melalui media internet yaitu website “indonetwork” dengan nama akun id UD. Joyo Jaya dan UD. Tansah Rahayu. Dalam kegiatan usaha tersebut tersangka AW mendapatkan mercuri dengan cara membeli dari pedagang lain yaitu tersangka AB yang didatangkan langsung dari Pulau Seram dalam bentuk batu cinnabar hasil penambangan tanpa ijin. Dalam proses pengolahan batu cinnabar menjadi mercuri, tersangka AB bekerjasama dengan tersangka AH alias AMH yang bertugas menyediakan tempat pengolahan sekaligus yang melakukan pengolahan di 2 tempat wilayah Kab. Sidoarjo. Selain Tersangka AW, Tersangka AB juga menjual kepada seseorang pembeli yang berasal dari Kalimantan yaitu Tersangka AS dan Tersangka MR.

Setelah anggota melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Agung Widjaja terkait mercury tersebut  dari mana berasal. Selanjutnya pada Minggu 7 Juli 2019 Subdit IV Tipidter melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Ali Bandi.

“Ali Bandi kita tangkap di sebuah Hotel di Surabaya tempat tersangka menginap selama melakukan kegiatan usaha jual mercury di wilayah Jawa Timur,” sebut Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Selasa (13/8/2014).

Masih kata Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, selanjutnya anggota melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Ali Bandi dimana mercury tersebut diolah. Dan petugas langsung melakukan pengecekan di lokasi pengolahan Batu Cinnabar menjadi mercury di Sidoarjo. Di tempat tersebut, ditemukan kegiatan pengolahan dan pemurnian batu cinnabar yang bukan dari pemegang IUP, IUPK atau izin dari pemerintah.

Selanjutnya dalam proses penyidikan yang dilakukan Subdit IV Tipidter, petugas terus melakukan pengembangan terhadap para pembeli mercury lainnya sehingga berhasil menangkap dua pembeli lainnya yakni, Agung dan Muhammad Rafiq. “Keduanya warga Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Dari ungkap kasus polisi berhasil mengamankan banyak barang bukti. Diantaranya:

Total 414,2 Kg mercuri hasil olahan siap jual, 40 (empat puluh) Tabung besi berisi batu sinabar siap olah menjadi mercuri, 1 (satu) tong sianida Berat ± 45 Kg, 4(empat) Karung isi Nikel berat ± 57 Kg, 1 (satu) karung batu besi, 1 (satu) bandel stiker/label bertuliskan Mercury HG Special For Golds, uang tunai senilai Rp 16.750.000.000 (enam belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah), 1 (satu) lembar Tanda Bukti Penyetoran Bank BRI tanggal 13 Maret 2019 senilai Rp. 115.000.000 (seratus lima belas juta rupiah), buku tabungan serta handphone.

Atas perbuatannya, kelima tersangka ini terjerat UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasal 161 terancam penjara 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Serta UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan pasal 106, ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: