News Ticker

Konflik UEA-Saudi di Yaman karena Berebut ‘Rampasan Perang’

Arrahmahnews.com, YAMAN – Mohammad al-Bukhaiti, seorang anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, mengatakan bahwa pertikaian baru-baru ini antara pasukan musuh di kota pelabuhan Aden berakar pada perselisihan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab atas bagian rampasan perang mereka.

Berbicara kepada Tasnim, Bukhaiti menunjuk pertikaian antara milisi dukungan Saudi dan separatis dukungan UEA di Yaman yang telah mematahkan aliansi melawan gerakan Houthi Ansarullah dan mengatakan bahwa Arab Saudi telah setuju untuk memberikan Yaman selatan ke UEA.

“Arab Saudi sebelumnya menggantungkan harapannya pada kembalinya mantan presiden buron Abd Rabbuh Mansour Hadi ke Sana’a sebagai “penguasa ” untuk memuaskan keserakahannya di Yaman, tetapi ketika menyadari ini tidak mungkin, ia berfokus pada provinsi selatan yang diduduki di Yaman,” tambahnya.

Baca: Dikunjungi Delegasi Ansharullah, Ayatullah Khamenei: Yaman akan Muncul Sebagai Pemenang

“Provinsi-provinsi (di Selatan) ini rencananya akan sepenuhnya diberikan kepada UEA di bawah kesepakatan rahasia antara kedua sekutu itu tetapi masalah tersebut menyebabkan perselisihan di antara mereka,” kata Bukhaiti, yang juga juru bicara gerakan Ansarullah.

Separatis yang didukung UEA dikenal sebagai Dewan Transisi Selatan dilaporkan merebut istana presiden dan situs penting lainnya di Aden pada hari Sabtu, secara efektif merebut kendali kota pelabuhan itu dari pasukan yang didukung Saudi.

Baca: Berebut Kekuasaan, Tentara Bayaran Saudi dan Milisi Dukungan UEA Bentrok Besar di Aden

Pemerintah Mansour Hadi dukungan Saudi membalas pada hari Minggu, mengatakan mereka menyerang satu sasaran, setelah mengancam akan bertindak jika pasukan selatan tidak berhenti berperang.

Baca: Koalisi Pimpinan Saudi Serang Milisi Dukungan UEA di Aden

Rakyat Yaman yang tidak berdaya telah diserang secara besar-besaran oleh koalisi pimpinan Saudi selama lebih dari empat tahun, tetapi Riyadh belum mencapai satu pun tujuannya di Yaman sejauh ini.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya, termasuk UEA, telah melakukan serangan udara mematikan terhadap gerakan Houthi Ansarullah dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan ke Hadi.

Perang telah menyebabkan ratusan orang Yaman tewas dan terluka, hancurnya fasilitas umum, mewabahnya penyakit dan menyebarnya kelaparan di seluruh negeri. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: